Pasien kanker yang dikemoterapi
0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second

OBATDIGITAL – Terkadang banyak obat kanker tak bekerja efektif membasmi kanker. Ketidakefektifan itu juga disebabkan oleh cara yang tidak benar mengonsumsinya.

Nah, baru-baru ini, sejumlah peneliti di Singapura menemukan cara baru mengonsumsi obat kanker yang lebih efektif. Ini dilakukan dengan alat elektroporasi multi-shot terbaru.

Penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal American Chemical Society (ACS) Omega merupakan hasil kerja keras sejumlah peneliti dari Singapore University of Technology and Design (SUTD), yang telah berhasil mengembangkan alat microsize-gap multiple-shot electroporation (M2E). Alat ini dapat meningkatkan efektivitas pemberian obat kanker dengan biaya yang lebih murah.

Asisten Profesor di SUTD, Desmond Loke mengatakan, alat ini dibuat dengan tujuan memudahkan pasien kanker mengonsumsi obat melalui proses elektroporasi. Selain efektif, alat ini juga cukup terjangkau harganya.

“Salah satu tujuan komunitas ilmiah adalah mengembangkan metode pengiriman obat kanker yang sederhana, dapat diproduksi, dan berbiaya rendah,” ujar Loke dilansir dari news-medical.net (12/2/2022).

Proses elektroporasi adalah metode yang menggunakan pulsa listrik tegangan sangat rendah untuk membuka lubang pada membran sel. Elektroporasi ini akan memudahkan obat kanker diserap oleh tubuh.

Para peneliti melakukan integrasi elektroda transparan ke dalam perangkat, yang bertujuan untuk meningkatkan visualisasi obat kanker. Cara ini disebut juga dengan elektrokemoterapi.

Elektrokemoterapi dapat menembus sel tumor dengan lebih baik, dan meningkatkan penyerapan obat kemoterapi seperti cisplatin dan bleomisin. Alat M2E menggunakan molekul obat kanker yang dapat diserap tubuh hanya dalam waktu 2 jam.

Bahkan, alat tersebut juga dapat digunakan untuk mengobati COVID-19. Namun, setidaknya butuh waktu beberapa tahun lagi untuk menyempurnakan alat M2E sebelum digunakan secara luas.

“Kami berharap sistem M2E dapat memberikan jalan untuk meningkatkan proses pengiriman obat kanker secara signifikan dan memungkinkan distribusi obat kanker yang lebih seragam ke daerah yang kekurangan sumber daya dan kurang terlayani di seluruh dunia,” tutup Loke.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »