0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

OBATDIGITAL – Rasa nyeri pada tulang belakang bisa terjadi pada siapapun. Penyakit ini disebut juga saraf kejepit.

Ahli Bedah Saraf, Wawan Mulyawan menjelaskan, saraf tulang belakang yang terjepit dapat menyebabkan rasa sakit di bagian tubuh lain, seperti rasa kebas, nyeri, buang air kecil dan buang air besar yang terganggu, hingga mengalami kelumpuhan.

Ada teknologi terbaru yang dapat mengatasi saraf kejepit, yakni bedah saraf dengan cara endoskopi tulang belakang.

Prosedur ini biasanya dilakukan jika metode pengobatan lain tidak berhasil, atau stadium lanjut yang menyerang tulang belakang. Sehingga, tidak perlu lagi melakukan bedah terbuka.

Dalam bidang bedah saraf, endoskopi tulang belakang memiliki banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan operasi terbuka, yaitu cukup minimal, dengan sayatan yang kecil dan proses pemulihan lebih cepat,” jelas Wawan dikutip dari republika.co.id (27/1/2022).

⁹Endoskopi teknologi terbaru ini disebut dengan Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS) generasi ketiga. BESS ini menggunakan teknik dekompresi untuk menghilangkan bantalan tulang belakang yang menonjol, agar saraf dapat kembali normal.

“Tindakan dekompresi ini dilakukan untuk membantu menghilangkan nyeri dan risiko kelumpuhan akibat adanya jepitan saraf tulang belakang,” imbuhnya.

BESS dilakukan pada bantalan tulang belakang, ruas tulang belakang, dan sendi yang menekan saraf. BESS menggunakan dua sayatan, yang artinya membuka dua akses sesuai namanya. BESS memiliki keunggulan antara lain sayatan yang hanya sepanjang 7 milimeter, dan proses pemulihan yang lebih cepat.

Selain itu, efektivitasnya lebih dari 80 persen. “Akses pertama untuk melihat dan akses kedua memudahkan dokter bekerja mengatasi masalah yang ada di tulang belakang atau mengambil tonjolan bantalan tulang yang menjepit,” tutup Wawan.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »