Vaksinasi pada remaja
0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second

OBATDIGITAL – Anak-anak yang menerima vaksin COVID-19 dikabarkan banyak mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Namun, fakta menunjukkan justru kasus KIPI pada anak setelah vaksinasi COVID-19 sangat jarang terjadi.

Ketua Komisi Nasional KIPI Prof Hindra Irawan Satari menegaskan, laporan KIPI pada anak usia 6 hingga 11 tahun yang divaksin itu tidak benar. KIPI pada anak relatif lebih rendah.

“Dari segi umur, KIPI pada usia muda lebih rendah dari yang usia produktif dan lansia, jadi tidak benar jika KIPI pada anak lebih tinggi,” jelas Prof Hindra melalui siaran pers dilansir dari republika.co.id (25/1/2022).

Komisi Nasional KIPI mencatat adanya laporan KIPI serius hingga 122 kasus, ini terjadi pada rentang usia 31 hingga 45 tahun.

Sedangkan 97 kasus terjadi pada rentang usia 18 hingga 30 tahun. “Ada 77 kasus KIPI pada warga berusia di atas 59 tahun dan 68 kasus pada warga berusia 46-59 tahun,” imbuh Prof Hindra.

Sementara itu, ada 19 kasus KIPI pada remaja usia 12 hingga 17 tahun. Pada kasus anak usia 6 sampai 11 tahun hanya ditemui satu kasus.

Prof Hindra menambahkan, rendahnya kasus KIPI pada rentang usia anak merupakan tanda bahwa vaksin COVID-19 aman untuk anak usia sekolah dasar. Hasil uji klinis juga memperlihatkan hasil yang aman dan tidak ada efek samping serius.

Umumnya, KIPI yang terjadi masih ringan dan bisa diatasi dengan baik, misalnya rasa nyeri di bekas suntikan, demam, dan batuk untuk vaksin Sinovac.

Pada vaksin Pfizer, KIPI didominasi rasa lelah, menggigil, dan sakit kepala. Reaksi tubuh setiap orang yang menerima vaksin akan berbeda-beda.

Prof Hindra menyarankan agar minum obat, beristirahat, dan cukup minum air putih jika mengalami demam maupun tanda-tanda KIPI lainnya pasca vaksin.

“Kalau ada nyeri di tempat suntikan tetap gerakkan tangan dan kompres dengan air dingin,” tutupnya.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »