0 0
Read Time:1 Minute, 17 Second

OBATDIGITAL – Boehringer Ingelheim telah resmi mengakhiri program kemitraan dengan perusahaan farmasi asal Korea Selatan, Boryung Pharmaceutical.

Perjanjian kerja sama tersebut dihentikan karena beberapa alasan. Dikutip dari situs Korea Biomedical Review (24/1/2022), Boehringer Ingelheim dan Boryung mengakhiri kemitraan pemasaran obat Pradaxa, yaitu antikoagulan oral baru (NOAC) yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah.

Pradaxa mengandung dabigatran, obat yang risiko efek sampingnya lebih rendah daripada warfarin, obat antikoagulan yang lebih dulu ada sejak tahun 2010.

Obat yang sudah diluncurkan oleh Boehringer Ingelheim sejak tahun 2012 silam ini amalnya bekerja sama dengan Yuhan Corporation, perusahaan farmasi yang juga berasal dari Korea Selatan.

Namun, sejak 2018 Boehringer Ingelheim berpaling ke Boryung. Perusahaan farmasi asal Jerman tersebut kecewa karena hasil penjualan Pradaxa tergolong rendah dibanding kompetitornya.

Obat antikoagulan buatan perusahaan kompetitor seperti Daiichi Sankyo, Lixiana, serta Xarelto buatan Bayer, dan Eliquis buatan Bristol-Myers Squibb dan Pfizer berhasil mencatatkan penjualan hingga US$ 41,8 hingga US$ 50,1 juta dalam setahun, Pradaxa hanya berhasil mencapai seperempatnya.

Boehringer Ingelheim memutuskan untuk menjual Pradaxa secara langsung setelah mengalami penjualan yang mengecewakan ini.

Beberapa ahli mengatakan, penjualan Pradaxa tetap tidak dapat diprediksi, karena adanya berbagai tantangan dari persaingan pasar yang terbilang ketat. Sementara itu, Eliquis telah berhasil memenangkan hak paten dengan pengembang obat generik.

Peningkatan penjualan Eliquis pun semakin tajam.Dibandingkan dengan Eliquis, Pradaxa kalah telak. Penjualannya terus turun hingga lebih dari 6% selama satu periode.

Selain itu, Pradaxa juga harus bersaing dengan versi generik setelah hak patennya berakhir pada Juli 2021 lalu. Obat generik Pradaxa dinilai akan merebut pasar Pradaxa paten.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »