kantor pusat Pfizer
0 0
Read Time:1 Minute, 0 Second

OBATDIGITAL – Dua perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, AbbVie dan Pfizer, diprediksi akan jadi. perusahaan farmasi terkuat. Hal ini ditinjau dari kestabilan dan keuntungan yang dihasilkan kedua perusahaan tersebut.

Dilansir dari situs The Motley Fool (16/1/2022), AbbVie menunjukkan pertumbuhan yang kuat belakangan ini. Sahamnya bahkan melonjak hingga 26% di tahun 2021 lalu.

Meskipun ada tantangan berupa persaingan obat terlaris AbbVie, Humira, yang akan mengurangi penjualan di tahun 2023, namun dividen AbbVie tidak goyah.

Perusahaan dapat terus meningkatkan penjualan, khususnya melalui obat autoiun Skyrizi dan obat kanker darah Venclexta.

Sementara itu, raksasa farmasi Pfizer juga berhasil mempertahankan dividennya yang cukup tinggi. Arus kas bebas Pfizer melonjak hingga US$ 29,2 miliar, atau sebanyak 126,1% dalam setahun terakhir.

Hal ini merupakan kontribusi vaksin COVID-19 buatan Pfizer, Comirnaty, yang menjadi blockbuster sejak tahun pertama di pasar.

Pihak Pfizer mengatakan telah menghasilkan US$ 36 miliar dari penjualan vaksin COVID-19 di tahun 2021.

Kecuali vaksin, Paxlovid buatan Pfizer yang baru mendapat otorisasi juga akan menyumbang angka penjualan yang lebih signifikan.

Selain itu, ada juga obat kanker Xtandi dan obat imunosupresan Xeljanz yang terus bertumbuh, meski sempat mengalami hambatan regulasi tahun lalu. Pfizer akan mengandalkan produk baru dan ekspansi untuk meningkatkan penjualan.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »