0 0
Read Time:1 Minute, 16 Second

OBATDIGITAL – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi merekomendasikan obat tambahan untuk perawatan COVID-19 buatan Eli Lilly dan GSK-Vir (GlaxoSmithKline dan Vir Biotechnology). Kedua obat tersebut masuk dalam daftar mengingat penyebaran varian Omicron yang semakin cepat, dan banyak obat dinilai tidak efektif.

Dikutip dari Channel News Asia (14/1/2022), data dari WHO menunjukkan Omicron telah teridentifikasi di 149 negara. Menyebar dengan cepat, varian COVID-19 ini dominan di beberapa negara yang tidak terlalu mempan dengan vaksin dan terapi obat yang sudah ada.

Kedua obat yang direkomendasikan WHO tersebut yaitu baricitinib buatan Eli Lilly, yang dijual dengan merek Olumiant.

Obat ini diperuntukkan bagi pasien COVID-19 yang mengalami gejala parah, didampingi dengan terapi antibodi sotrovimab buatan GSK-Vir untuk pasien gejala tidak parah namun dengan risiko rawat inap tertinggi.

WHO menyebutkan, antibodi monoklonal GSK-Vir saat ini merupakan satu-satunya yang paling efektif terhadap Omicron berdasarkan tes laboratorium, disusul oleh obat serupa dari Eli Lilly dan Regeneron Pharmaceuticals.

Perawatan antibodi monoklonal tercatat efektif melawan virus, khususnya varian baru seperti Omicron, mengingat cara kerja senyawa dalam obat yang meniru sistem imun alami tubuh. Pedoman obat akan diperbaru ketika ada data tambahan lanjutan.

Pedoman WHO yang diterbitkan dalam British Medical Journal menyebutkan, baricitinib juga dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan mengurangi kebutuhan alat bantu pernapasan, tanpa efek samping.

Badan Amal Medis Prancis, Medicins Sans Frontieres (MSF) menyatakan baricitinib dapat menjadi alternatif potensial untuk perawatan antibodi monoklonal sesuai anjuran WHO. Namun, ke depan harus disiasati mengingat negara berpenghasilan rendah dan menengah sulit mengakses pengobatan ini.

,

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »