0 0
Read Time:1 Minute, 6 Second

OBATDIGITAL – Memasuki tahun 2022, sejumlah ahli memprediksi harga obat-obatan di Tanah Air akan melonjak. Lonjakan harga obat dipengaruhi naiknya harga bahan baku dan lonjakan biaya rantai produksi.Ketua Umum Gabungan Perusahaan Farmasi, Tirto F. Kusnadi mengatakan, harga obat akan menyesuaikan dengan situasi saat ini.

Bahan baku obat naik, sehingga otomatis harga obat juga akan melonjak, berkisar dari 15% hingga 20%.”Hampir semua jenis obat bakal naik harga,” jelas Tirto dilansir dari laman CNBC Indonesia, (11/1/2022).

Terkait dengan pasokan bahan baku obat, Tirto mengaku belum terganggu dengan lonjakan kasus Omicron di beberapa negara produsen obat seperti India dan Cina. Pasokan bahan baku obat dinilai masih aman.

“Kalau harga bahan bakunya naik termasuk yang intermediate, karena semua ongkos-ongkos juga kan naik, makanya selama mau bayar harga yang naik, pasokan nggak masalah,” imbuhnya.

Lebih lanjut Tirto menjelaskan, omzet farmasi nasional sejauh ini berkisar Rp 80 triliun. Tahun 2021 lalu sempat anjlok 0,6% dibandingkan tahun 2020, dan untuk tahun ini masih belum bisa berkomentar.

Penjualan vitamin dan suplemen yang melambung selama pandemi COVID-19 dinilai Tirto tidak bisa membantu meningkatkan nilai penjualan obat. Sebab, vitamin dan suplemen hanya menyumbang 5% penjualan di pasar obat nasional.

“Kalau pun penjualan vitamin naik 100%, pengaruhnya kecil, 60-65% pasar obat didominasi obat resep, sisanya obat bebas, baru vitamin,” pungkas Tirto.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »