shallow focus photography of purple grapes
0 0
Read Time:1 Minute, 34 Second

OBATDIGITAL – Anggur diketahui memiliki banyak manfaat, seperti untuk kesehatan jantung. Tapi sejauh ini para ilmuwan belum mengetahuii peran anggur rerhadap anggur. Tapi kini, sebuah tim peneliti di University of California, David Geffen School of Medicine, Amerika Serikat, telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa makan buah anggur dapat meningkatkan keragaman bioma usus dan juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Dalam makalah mereka yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients, – dikutip oleh Medical Xpress (8/1/2022) – kelompok tersebut menjelaskan eksperimen di mana mereka memberi makan sukarelawan bubuk anggur selama empat minggu.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa makan buah tertentu, seperti apel dan anggur, dapat meningkatkan kesehatan pembuluh darah karena mengandung polifenol, yang merupakan antioksidan.

Makan buah-buahan tersebut juga menurunkan gula darah dan tingkat tekanan darah. Dan dalam beberapa kasus, konsumsi polifenol telah terbukti mengurangi peradangan, faktor penyebab penyakit jantung. Dalam upaya baru ini, para peneliti melihat kemungkinan manfaat kesehatan lain dari makan buah anggur.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang kemungkinan manfaat kesehatan positif, kelompok tersebut meminta bantuan 19 orang dewasa yang sehat. Masing-masing menjalani diet khusus rendah polifenol dan serat selama empat minggu.

Kemudian, masing-masing subjek makan makanan yang sama tetapi dengan tambahan bubuk anggur. Para relawan makan 46 gram bubuk setiap hari, yang setara dengan dua porsi anggur. Para peneliti mengumpulkan sampel tinja, darah dan urin dari para sukarelawan selama kedua tahap percobaan.

Mereka menemukan bahwa setelah empat minggu makan bubuk anggur, semua sukarelawan melihat peningkatan keragaman bioma usus. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa peningkatan keragaman bioma usus cenderung dikaitkan dengan sistem kekebalan yang kuat.

Khususnya, tingkat bakteri Akkermansia, yang diketahui memiliki dampak positif pada kadar glukosa dan metabolisme lipid, meningkat. Para peneliti juga menemukan penurunan kadar kolesterol secara keseluruhan sebesar 6,1% dan penurunan LDL (kolesterol jahat) sebesar 5,9%.

Dan mereka juga menemukan beberapa asam steroid dalam empedu turun 40,9%—penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mereka berperan dalam metabolisme kolesterol.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »