0 0
Read Time:1 Minute, 28 Second

OBATDIGITAL – Kasus penularan COVID-19 semakin meningkat di India selama 10 hari terakhir. Harga obat-obatan COVID-19 pun turut melambung.

Menurut data dari Federasi Asosiasi Ahli Kimia dan Ahli Obat Negara Bagian Gujarat (FGSCDA), penjualan obat meningkat 1,5 kali lipat sejak 27 Desember 2021 hingga 4 Januari 2022. Masker dan booster pun laris terjual.

Ketua FGSCDA, Alpesh Patel mengatakan, kasus COVID-19 di India baru-baru ini kian meningkat. Hal ini berbanding lurus dengan penjualan obat-obatan dan alat kesehatan.

Beberapa obat-obatan yang laris terjual antara lain azithromycin, favipiravir, paracetamol, dan ivermectin.

Kami mendapat arahan dari organisasi ahli kimia dan apoteker di seluruh India untuk menjaga stok yang cukup dari masing-masing obat-obatan ini sehingga tidak terjadi kekurangan,” jelas Patel dilansir dari laman The Times of India (6/1/2022).

Saat ini, tidak terjadi kekurangan obat maupun alat kesehatan yang sedang dibutuhkan di India. Obat antivirus COVID-19 terbaru, molnupiravir, juga tersedia.Dilansir dari Reuters, (4/1/2022), perusahaan farmasi kenamaan di India, Dr Reddy’s Laboratories Ltd akan meluncurkan molnupiravir versi generik bernama Moflu dengan harga hanya US$ 0,4 per kapsul.

Harga ini jauh lebih murah dengan molnupiravir paten buatan Merck di Amerika Serikat.

Sebagai perbandingan, pasien yang mengonsumsi paket pengobatan 5 hari dengan molnupiravir versi generik hanya akan mengeluarkan US$ 18,77. Sedangkan di Amerika Serikat harganya bisa mencapai US$ 700 dengan jumlah yang sama.

“Molflu diharapkan tersedia mulai awal minggu depan di apotek di seluruh (India) dengan fokus khusus pada negara bagian dengan beban kasus COVID-19 yang tinggi,” ujar juru bicara Dr Reddy’s Laboratories Ltd.

Sejak minggu lalu, India telah memberikan izin penggunaan darurat molnupiravir bersama dengan dua jenis vaksin. Pasalnya, negara tersebut bersiap menghadapi lonjakan varian Omicron yang diprediksi terjadi dalam waktu dekat.

,

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »