0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

OBATDIGITAL – Penyakit asma termasuk salah satu penyakit yang sering ditemui dan dialami oleh masyarakat dari semua kalangan usia.

Meski begitu, penyakit asma tidak boleh disepelekan, karena memerlukan penanganan khusus. Asma merupakan penyakit paru-paru yang disebut juga asma bronkial. Penyakit ini menyebabkan penderitanya sulit bernapas.

Biasanya, kesulitan bernapas disebabkan oleh peradangan di saluran pernapasan paru-paru sehingga oksigen terhambat masuk ke tubuh.

Penderita asma juga bisa mengalami gejala lainnya, seperti rasa nyeri di dada dan batuk-batuk.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro, Dinda Saraswati menjelaskan, asma adalah penyakit peradangan kronik di saluran napas yang ditandai dengan rasa sesak, napas berbunyi atau rasa tidak nyaman ketika bernapas.

Ada berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya asma.

“Peradangan bisa disebabkan dari berbagai macam faktor, antara lain karena infeksi saluran nafas seperti flu atau infeksi bakteri, adanya debu, polusi serta alergen,” jelas Dinda dilansir dari laman Universitas Diponegoro, (2/1/2022).

Dinda menuturkan, ada beberapa kelompok orang yang berisiko menderita asma, di antaranya yang memiliki keturunan keluarga dengan riwayat asma, serta orang yang punya alergi seperti gatal-gatal, sering bersin atau batuk berlendir di pagi hari.

Gejala umum asma berupa sesak napas yang bersifat periodik, dalam artian bisa kambuh disertai dengan batuk berdahak dan tidak nyaman saat bernapas.

Lebih lanjut Dinda mengatakan, penting untuk memeriksakan diri ketika ada gejala asma yang dialami. Tidak hanya penderita asma, namun juga anggota keluarga yang tinggal di sekitarnya.

“Kita harus membuka mindset mulai dari lingkup kecil keluarga, apabila sudah ada gejala mengarah ke asma sebaiknya kita antarkan ke faskes untuk di diagnosis,” ujar Dinda.

Kalau sudah terdiagnosis dan memang benar asma tidak ada salahnya keluarga sekandung juga memeriksakan diri, kita harus peduli karena mereka sangat terkait dan genetik itu ada bakatnya.

Apabila sudah terdiagnosis menderita asma, harus melakukan kontrol dengan baik. Salah satu caranya dengan memastikan lingkungan sekitar bersih dan tidak banyak debu.

“Berjemur di pagi hari juga penting, asma tidak menular, tapi asma ini bisa kambuh jika orang tersebut misalnya terkena flu,” pungkas Dinda.

Meskipun asma bukan penyakit menular, penanganan yang tepat tetap diperlukan.

Faktor pencegahan dari diri sendiri dan lingkungan dapat mencegah risiko komplikasi dan bahaya asma yang dapat berakibat fatal.

“Kita harus tetap aware terhadap kesehatan paru-paru, baik penyakit menular maupun yang tidak menular,” tutupnya.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »