0 0
Read Time:1 Minute, 29 Second

OBATDIGITAL – Perusahaan farmasi di Iran baru-baru ini memproduksi antivirus oral COVID-19, Paxlovid. Negara tersebut bisa memproduksi Paxlovid secara mandiri dengan melakukan sintesis molekuler.

Sekretaris Komite Ilmiah Coronavirus Iran, Hamidreza Jama’ati mengatakan, Paxlovid diproduksi di Iran berdasarkan saran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat. Studi serta bukti klinis meyakinkan komite untuk menambahkan Paxlovid dalam daftar farmasi wajib di Iran.

“Alasan penambahan Paxlovid ke dalam daftar bahan obat di dalam negeri bukan hanya karena penggunaan obat, tetapi bahkan jika kita ingin melakukan uji klinis berdasarkan kondisi negara kita, itu perlu menjadi bagian dari daftar obat untuk menerima kode etik,” jelas Jama’ati dikutip dari Tehran Times, (3/1/2022).

Paxlovid terbukti mengurangi risiko rawat inap atau kematian karena infeksi virus COVID-19 hingga 90%.

Pasien yang mengonsumsi obat ini sebagian ada yang belum divaksinasi, dan memiliki riwayat penyakit atau gangguan sistem imun, sehingga dianjurkan untuk meminumnya selama 5 hari.

Lebih lanjut Jama’ati menuturkan, perusahaan farmasi Iran akan memproduksi obat secara massal, hal ini akan menghemat pengeluaran negara.

Bahkan, kemungkinan bisa turut berkontribusi mengekspor Paxlovid ke negara-negara lainnya. Impor farmasi Iran mengalami penurunan hingga 91%.

Tentunya ini menjadi indikator kemampuan industri farmasi yang dapat membuat Iran berdikari di masa pandemi.

Mantan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Iran, Mohammad Reza Shanehsaz menjelaskan, konsumsi devisa untuk bahan baku obat meningkat 2%, sedangkan nilai impor obat-obatan menurun 31%.

Sejak 2018, sebanyak 67% bahan aktif farmasi yang digunakan untuk memproduksi obat-obatan telah diproduksi secara lokal.

Ada 227 perusahaan yang juga memasok peralatan medis untuk memenuhi kebutuhan fasilitas kesehatan.

“Dengan dukungan industri farmasi dalam negeri, kami mampu menurunkan total mata uang preferen dan mata uang lain yang digunakan di dalam negeri dari US$4,2 miliar menjadi US$2,84 miliar dari 2017 hingga 2020,” tutup Shanehsaz.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »