riset obat
0 0
Read Time:1 Minute, 22 Second

OBATDIGITAL – Di masa pandemi COVID-19, permintaan produk obat-obatan herbal ternyata tengah menjadi tren. Beberapa negara seperti Jepang, India, dan Cina menjadi pasar potensial produk herbal yang banyak dicari.

Obat herbal khususnya semakin meningkat permintaannya oleh kaum milenial, khususnya pada produk makanan diet dan suplemen nutrisi herbal.

Bahkan, pertumbuhan pelanggan yang mencari informasi diet dan nutrisi secara medis, mulai bergeser ke konsumsi obat herbal. Selain itu, toko ritel yang menjual jamu dan obat herbal telah berhasil menciptakan peluang pasar baru.

Technavio, perusahaan riset berbasis di Inggris memperkirakan pasar obat herbal global akan tumbuh hingga US$ 39,52 miliar di rentang tahun 2021 hingga 2026.

Dilansir dari laman PR Newswire (3/1/2022), perkembangan tingkat pertumbuhan tahunan pasar obat herbal bisa mencapai 6,69%. Dalam laporannya, Technavio menyebutkan tren utama dan faktor-faktor pendorong pertumbuhan, serta tantangan yang ditemui.

Sifat peningkat kekebalan dalam obat herbal menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan penjualan obat herbal. Obat herbal terbukti efektif dalam memerangi kuman, virus, bakteri, cacing, dan serangga.

Berdasarkan beberapa penelitian, obat-obatan herbal terbukti efektif dalam meningkatkan imunitas tubuh dan mengurangi keparahan penyakit. Hal ini juga turut mendorong tren pasar obat herbal.

Secara geografis, Asia akan mencatatkan pertumbuhan obat herbal paling maksimal. Asia hingga saat ini memegang 42% pangsa pasar obat herbal global. Sebagian besar produk herbal pun relatif aman dan terjangkau serta mudah untuk dikonsumsi.

Beberapa perusahaan yang disebutkan turut mendorong tren pasar obat herbal global di antaranya seperti Arizona Natural Products, Arkopharma Laboratories, Bio Botanica Inc., Blackmores Ltd., Dabur India Ltd., Himalaya Global Holdings Ltd., Hishimo Pharmaceuticals Pvt. Ltd., Ricola Ltd., Schaper and Brummer GmbH and Co. KG, dan ZeinPharma Germany GmbH.

,

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »