Ketua BPOM Penny K Lukito
0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

OBATDIGITAL – Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA) baru-baru ini. Izin penggunaan darurat tersebut mencakup 11 vaksin dan 3 obat COVID-19.

Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan, pihaknya terus bekerja keras untuk menentukan kebijakan di bidang obat-obatan masa pandemi COVID-19 dengan tidak mengabaikan standar keamanan, mutu, dan khasiat.

“BPOM telah menerbitkan EUA untuk 11 vaksin COVID-19 dan juga 3 jenis obat terapi Covid-19, dan sedang berjalan juga obat-obat baru untuk terapi COVID-19,” ujar Penny dilansir dari okezone.com (29/12/2021).

Ke-11 vaksin COVID-19 tersebut yaitu Sinopharm, Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Novavax, Sputnik-V, Janssen, Zifivax, Convidencia, dan Covovax.

Sedangkan 5 merek vaksin COVID-19 yang sedang dalam proses registrasi untuk booster antara lain Pfizer, Coronavac, Zifivax, Sinopharm, dan AstraZeneca.

Sayangnya untuk obat terapi COVID-19 yang telah diizinkan belum dapat diketahui saat ini. Penny menjelaskan, Badan POM tidak bekerja sendiri dalam memberikan izin penggunaan darurat vaksin dan obat COVID-19.

BPOM didukung oleh para ahli di bidangnya masing-masing. BPOM juga melakukan pengawasan vaksin dan obat yang beredar sepanjang tahun 2021.

Pasalnya, banyak beredar vaksin dan obat-obatan COVID-19 palsu di kalangan masyarakat yang dapat membahayakan nyawa.

Selain itu, BPOM juga membantu kelancaran vaksin yang digunakan. Memantau proses vaksinasi dan mengantisipasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga termasuk bagian dari tugas BPOM.

“BPOM juga terus melakukan pengawasan obat dan vaksin di peredaran dan merespon KIPI bersama Kementerian Kesehatan, Komnas dan Komda KIPI,” tutupnya.

,

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »