Anak susah tidur
0 0
Read Time:1 Minute, 13 Second

OBATDIGITAL – Tidur merupakan waktu yang sangat penting bagi proses metabolisme tubuh, khususnya untuk detoksifikasi dan menjalankan fungsi-fungsi organ vital. Namun, apa jadinya jika waktu tidur kurang dari yang dibutuhkan? 

Bagi pengidap penyakit kronis atau komorbid, waktu tidur yang kurang dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan. Begitu pula dengan orang yang sehat sekalipun, waktu tidur yang tidak memadai dapat berbahaya dalam jangka panjang. 

Berdasarkan studi yang dilakukan Pennsylvania State College of Medicine, Amerika Serikat, pengidap penyakit kronis berisiko dua kali lipat mengalami kematian dini jika waktu tidurnya kurang dari enam jam setiap malam. 

Bahkan, penderita hipertensi dan diabetes juga berisiko mengalami serangan jantung dan stroke berakibat fatal sebanyak dua kali lipat. Selain itu, dapat meningkatkan risiko obesitas, penurunan imunitas, hingga meningkatkan kadar inflamasi dalam tubuh. 

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Kasih Ibu Denpasar Bali, Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa menjelaskan, kurangnya waktu tidur dapat menimbulkan berbagai efek samping pada tubuh dan mental, juga pada kulit. Di antaranya, dapat meningkatkan stres dan memicu kecemasan. 

“Kedua hal itu dapat membuat tampilan wajah tidak segar dan garis wajah lebih jelas terlihat, area di bawah mata dan kelopak mata menjadi agak hitam, dan berpotensi pada penuaan dini,” jelasnya dilansir dari republika.co.id (27/12/2021). 

Karenanya, usahakan untuk mencukupi waktu tidur setiap harinya selama 6-8 jam. Kamar tidur juga perlu mendukung suasana yang tenang dan penerangan redup atau gelap agar tidur bisa lebih nyenyak dan berkualitas. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »