Kanker darah
0 0
Read Time:1 Minute, 15 Second

OBATDIGITAL –  Kekayaan laut Indonesia menyimpan sejuta manfaat. Biota laut ternyata berkhasiat sebagai obat, salah satunya untuk pengobatan kanker. 

Ilmuwan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Peni Ahmadi, saat ini tengah dalam proses meneliti senyawa bioaktif dari invertebrata laut Indonesia. Tujuannya untuk menemukan pengobatan yang lebih aman dan minim efek samping. 

Peni melakukan penelitian pada organisme laut berbentuk spons dari filum Porifera yang habitatnya di bawah laut. Spons laut ini mengeluarkan senyawa bioaktif yang dapat menjadi obat kanker. 

“Senyawa-senyawa itu mempunyai aktivitas sebagai anti kanker atau anti-anti yang lainnya,” jelas Peni dikutip dari BBC News Indonesia (20/12/2021).

Beberapa senyawa aktif yang potensial sebagai obat kanker telah teridentifikasi, antara lain seperti flavanoid, terpenoid, dan alkaloid. Setelah mengidentifikasi, Peni akan mengembangkan pengobatan kanker dengan terapi target bersama dengan rekan-rekan peneliti di RIKEN Institute Jepang. 

Peni termotivasi untuk mengembangkan pengobatan kanker, khususnya kanker payudara, karena pengalamannya menyaksikan orang-orang terdekatnya menjadi penyintas kanker payudara. Ia bertekad untuk menemukan terapi target kanker payudara minim risiko dengan memanfaatkan kekayaan laut Indonesia. 

“Kenapa kita memanfaatkan yang alam, pertama kita ingin mencari alternatif baru obat baru yang memang aktif tapi tidak berbahaya, kedua, kita kombinasikan dengan (sistem) kita karena kita ingin mengurangi efek samping yang berbahaya,” imbuhnya.

Proposal penelitiannya yang berjudul “Potent Drug-lead from Indonesian Marine Invertebrates to Suppress Breast Cancer” berhasil menyabet penghargaan L’Oreal-UNESCO for Women in Science 2021. Peni merupakan satu dari empat peneliti perempuan Indonesia yang meraih penghargaan tersebut. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »