0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

OBATDIGITAL – Perusahaan bioteknologi multinasional asal Massachusetts, Amerika Serikat, Biogen mendiskon harga obat Alzheimer terbarunya, Aduhelm.

Pasalnya, penjualan Aduhelm kian melemah disertai berbagai kritik yang menghujam.Harga Aduhelm turun drastis, dari US$ 56.000 menjadi US$ 28.200 per tahunnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan pakar kesehatan sepakat untuk menarik obat tersebut dari pasaran, serta mengajukan petisi untuk mencabutnya.

Sebanyak 18 ilmuwan yang terdiri dari dokter dan ahli kesehataan menganggap izin yang diberikan FDA untuk Aduhelm tidak valid. Aduhelm harus segera ditarik dari peredaran.

“Keputusan FDA untuk menyetujui Aduhelm tidak dapat dipertahankan baik secara ilmiah maupun klinis, obat ini harus segera ditarik dari peredaran,” demikian pernyataan para ilmuwan tersebut dilansir dari laman New York Times, (20/12/2021).

Berbagai instansi seperti Klinik Cleveland, Sistem Kesehatan Mount Sinai, Mass General Brigham dan Departemen Urusan Veteran menolak Aduhelm karena masih dipertanyakan khasiat dan risikonya.

Per Oktober 2021, Biogen melaporkan pendapatan Aduhelm hanya sekitar US$ 1,9 juta. Jumlah itu sangat kecil, pasalnya hampir 1,5 juta orang di Amerika Serikat menderita Alzheimer.

CEO Biogen, Michel Vounatsos, mengatakan dalam sebuah wawancara terkait pemotongan harga Aduhelm. Perusahaan, menurut Vounatsos, telah mendengar umpan balik para ilmuwan.

“Kami telah mendengarkan umpan balik dari para pemangku kepentingan, dan percaya bahwa terlalu banyak pasien yang tidak ditawari pilihan Aduhelm karena masalah pertimbangan keuangan,” papar Vounatsos.

Lebih lanjut, Ahli Saraf dan Alzheimer di Case Western Reserve University, Peter Whitehouse, mengatakan bahwa Aduhelm tergolong obat yang sangat buruk sehingga harus ditarik kembali. Advokasi penarikan kini tengah dalam proses.

“Kami tidak hanya mengatakan persetujuan itu mungkin merupakan keputusan terburuk F.D.A. pernah dibuat,” ujar Whitehouse.

Tidak hanya di Amerika Serikat, di kawasan lain seperti Uni Eropa, Aduhelm juga mendapat kritik pedas dari Badan Obat Eropa untuk diuji ulang.

Demikian juga di Kanada, para dokter di sana berusaha menarik Aduhelm dari peredaran. Dari dua uji klinis Aduhelm pada antibodi monoklonal, komite menilai obat tersebut tidak menimbulkan khasiat.

Dalam analisis lanjutan, Biogen menemukan peserta yang menerima obat dosis tinggi mengalami perlambatan penurunan kognitif, namun peserta lain tidak mengalaminya.

Lebih lanjut, sebanyak 41% orang yang menerima dosis tinggi yang disetujui FDA, mengalami berbagai efek samping. Di antaranya seperti pendarahan otak, hingga efek samping lainnya.

,

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »