0 0
Read Time:57 Second

OBATDIGITAL – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan kabar menyedihkan yang isinya mengenai penyebaran varian Omicron di dunia. Dalam siaran pers teranyar organisasi di bawah PBB ini menyebutkan, varian omicron dari virus corona telah terdeteksi di 89 negara, termasuk Indonesia.

Kasus COVID-19 yang melibatkan varian tersebut berlipat ganda setiap 1,5 hingga 3 hari di tempat-tempat dengan penularan komunitas dan bukan hanya infeksi yang didapat di luar negeri.

“Keuntungan pertumbuhan substansial” Omicron atas varian delta berarti kemungkinan akan segera menyusul delta sebagai bentuk dominan virus di negara-negara di mana varian baru menyebar secara lokal.

WHO mencatat bahwa omicron menyebar dengan cepat bahkan di negara-negara dengan tingkat vaksinasi tinggi atau di mana sebagian besar populasi telah pulih dari COVID-19.

Masih belum jelas apakah pertumbuhan kasus omicron yang cepat adalah karena varian menghindari kekebalan yang ada, secara inheren lebih menular daripada varian sebelumnya, atau kombinasi keduanya, kata WHO.

Pertanyaan besar lainnya tentang omicron masih belum terjawab, termasuk seberapa efektif masing-masing vaksin COVID-19 yang ada untuk melawannya. “Data konklusif juga belum ada tentang bagaimana omicron membuat pasien COVID-19 sakit,” kata WHO dalam Medical Xpress (18/12/2021).

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »