0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

OBATDIGITAL – Pasien diabetes khususnya diabetes tipe-2 masih mengalami berbagai kendala dalam menjalani proses pengobatannya.

Padahal, berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, Indonesia menempati posisi kelima sebagai negara dengan pengidap diabetes terbanyak, dengan jumlah pasien diabetes di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 19.47 juta orang.

Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bekerja sama dengan Good Doctor Technology Indonesia baru-baru ini melakukan studi percontohan Prolanis (Program Layanan Penyakit Kronis).

Studi ini mendukung peningkatan pelayanan telemedisin untuk pasien dengan penyakit kronis, khususnya diabetes.

Dalam studi ini, klinik BPJS mendapat dukungan telemedisin dari Good Doctor untuk mengukur tingkat efektivitas telekonsultasi dalam memantau glukosa darah pasien diabetes.

Mekanismenya antara lain dengan mengaktifkan pengingat/pemberitahuan otomatis secara reguler, kontak/tindak lanjut rutin, konsultasi online, dan informasi edukatif yang telah dikurasi.

Sehingga, dalam kurun waktu tiga bulan, pasien diabetes mendapat pengingat dari telemedisin untuk memeriksa dan mengukur glukosa darahnya.

Hasilnya, telemedisin dapat meningkatkan kadar kepatuhan pasien diabetes secara signifikan, sehingga kadar glukosa darah pun menurun.

Studi yang dilakukan selama dua fase ini diuji coba pada beberapa klinik di daerah Bekasi dan Depok, Jawa Barat, dengan peserta usia 24 sampai 79 tahun.

Ke depan, diharapkan studi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya pasien penyakit kronis untuk dapat memberdayakan layanan telemedisin sebagai alternatif dalam pengobatan.

Khususnya di masa pandemi COVID-19 ketika rumah sakit dan klinik mengalami keterbatasan dalam memberikan pelayanan kesehatan memadai.

Ketua Pengurus Besar IDI, Daeng M. Faqih mengatakan, IDI melalui lembaga risetnya senantiasa mendukung kolaborasi seluruh pihak untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi pasien. Ia menilai pentingnya peran strategis telemedisin dalam mengelola kesehatan.

“Maka dari itu, kami mendorong telemedisin untuk mendapat dukungan berupa regulasi yang menyeluruh, terutama dalam penanganan penyakit kronis,” ujar Faqih dikutip dari siaran pers (15/12/2021).

Pada kesempatan yang sama, Head of Medical PT Good Doctor Technology Indonesia, Adhiatma Gunawan menuturkan, studi percontohan tatalaksana penyakit kronis ini merupakan bagian dari komitmen Good Doctor untuk mendukung layanan telemedisin dan proses transformasi sektor kesehatan Indonesia secara strategis.

Perkembangan kesehatan pasien dapat ditingkatkan melalui telemedisin, terlebih layanan digital ini juga dapat membantu mengurangi biaya perawatan kronis pengguna BPJS dalam jangka panjang.

“Kami berharap hasil studi percontohan ini dapat ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan dalam skala yang lebih besar,” tutupnya.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »