0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

OBATDIGITAL – Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah salah satu mesin pemindai berbagai penyakit dengan mengandalkan pada teknologi magnet. Beberapa rumah sakit di Indonesia sudah memiliki peralatan itu dengan beberapa jenis. Alat ini biasanya berat, berukuran besar, dan susah dipindah-pindahkan.

Namun, ke depan, MRI bisa dipindah-pindahkan sesuai dengan kebutuhan. Itu setelah tim peneliti di Universitas Hong Kong telah mengembangkan mesin MRI portabel berbiaya rendah yang tidak memerlukan pelindung yang berat dan mahal serta masih mampu mendiagnosis gangguan otak.

Dalam makalah mereka yang diterbitkan di jurnal Nature Communications – dikutip oleh Medical Xpress (15/12/2021) kelompok tersebut menjelaskan bagaimana mereka mengecilkan mesin MRI dan kemungkinan penggunaannya.

MRI memungkinkan pencitraan jaringan lunak di dalam tubuh yang memberikan pandangan kepada dokter tanpa memotong. Alat itu telah menjadi alat utama untuk mendiagnosis cedera dan gangguan otak. Tapi mesinnya juga mahal, berkisar antara US$1 juta-3 juta atau sekitar RP15 milyar-45 milyar.

Di samping itu juga mahal operasionalnya. Biaya operasionald an pemeliharaannya bisa menembus angka US$15.000 sebulan. Selain itu, mereka keras dan tidak praktis, dan mimpi buruk bagi orang-orang dengan claustrophobia.

Dalam upaya baru ini, para peneliti telah mengembangkan mesin MRI yang mereka klaim dapat dibuat dan dijual hanya dengan $20.000. Mereka mencatat itu juga dapat dicolokkan ke stopkontak standar dan tidak memerlukan pelindung, dan juga cukup ringan untuk didorong dari kamar ke kamar di atas roda.

Para peneliti mampu mengurangi biaya mesin dengan mengurangi kebutuhan medan magnetnya—dari 3 Tesla menjadi 0,055 Tesla. Ini dicapai dengan menerapkan algoritma pembelajaran mendalam yang menghilangkan interferensi antara sinyal elektromagnetik eksternal dan magnet yang dibutuhkan oleh sistem.

Dan itu berarti bahwa mesin yang dihasilkan tidak memerlukan pelindung, yang merupakan bagian terbesar dari mesin MRI konvensional. Versi slimmed-down beratnya hanya 750 kg.

Para peneliti juga menguji mesin mereka menggunakan pasien yang sebelumnya telah didiagnosis dengan cedera atau gangguan otak dan ternyata mampu menghasilkan gambar yang cukup baik untuk diagnosis.

Peneliti menyarankan MRI buatannya dapat digunakan oleh lebih banyak rumah sakit karena biayanya yang lebih rendah dan dapat digunakan untuk aplikasi samping tempat tidur. Karena jutaan orang di seluruh dunia tinggal di tempat di mana mesin MRI mahal, versi yang lebih murah berpotensi menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »