Pasienpria COVID-19
0 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

OBATDIGITAL – Pada awal pandemi COVID-19, sejumlah pakar mencurigai kalelawar sebagai binatang penyebar penyakit itu. Namun kini ada binatang lain yang ikut bertanggung jawab, yaitu tikus. Kecurigaan pada hewan pengerat itu terjadi di Taiwan.

Para pakar di sana kini menyelidiki apakah gigitan tikus mungkin bertanggung jawab atas seorang pekerja di laboratorium dengan keamanan tinggi yang dites positif terkena virus corona penyebab COVID-19.

Pejabat kesehatan telah mengkonfirmasi bahwa pekerja laboratorium dengan tes positif telah digigit dua kali oleh tikus yang telah terinfeksi virus corona.

Tetapi mereka mengatakan mereka masih berusaha mencari tahu apakah itu penyebab infeksi atau apakah itu ditemukan di tempat lain di laboratorium.

Pejabat kesehatan kesehatan berusaha mencari tahu bagaimana seorang karyawan wanita di Academia Sinica, lembaga penelitian terkemuka Taiwan, tertular virus bulan lalu.Padahal semua pintu perbatasan masih ditutup dan dilakukan karantina yang ketat.

“Apakah itu dari tempat kerja atau komunitas, kami percaya kemungkinan infeksi dari tempat kerja lebih tinggi karena kami tidak memiliki infeksi yang dikonfirmasi di komunitas,” kata menteri kesehatan Chen Shih-chung kepada wartawan, seperti dilansir dari Medical Xpress (10/12/2021).

“Untuk di dalam tempat kerja, baik di kantor atau laboratorium, kami tentukan laboratorium memiliki risiko lebih tinggi. Tapi apakah infeksi itu dari gigitan (tikus) atau lingkungan, kami perlu menyelidiki lebih lanjut,” tambahnya.

Pekerja lab tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini dan telah divaksinasi ganda dengan Moderna. Laboratorium Academia Sinica memiliki tingkat keamanan bio-safety tertinggi kedua.

Kasus lokal terakhir yang dikonfirmasi di Taiwan adalah pada 5 November 2021. Pada waktu itu hampir 100 kontak dekat pekerja laboratorium telah dilacak dan dikarantina.

Taiwan memenangkan pujian global di awal pandemi karena kecepatannya dalam penanganan atas penyakit mematikan.Sejak pandemi COVID-19 lalu, baru tercatat lebih dari 14.500 kasus domestik dan 848 kematian.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »