Peneliti Swedia kembangkan vaksin diabetes tipe 1
0 0
Read Time:2 Minute, 34 Second

OBATDIGITAL – Selama ini hanya insulin dan leptin dikenal sebagai hormon yang berkaitan dengan timbulnya penyakit diabetes. Namun kini ada hormon baru ditemukanikut berperan memicu penyakit gula. Hormon itu bernama fabkin. Itu berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh Sabri lker Center for Metabolic Research di Harvard University, Amerika Serikat.

Studi tersebut menunjukkan kadar fabkin dalam darah secara abnormal tinggi pada tikus dan pasien diabetes tipe 1 atau tipe 2. Para periset menemukan bahwa memblokir aktivitas fabkin mencegah perkembangan kedua bentuk diabetes pada hewan. Fabkin kemungkinan memainkan peran yang sama pada manusia dan kompleks hormon bisa menjadi target terapi yang menjanjikan, menurut para peneliti.

likasikan secara online di Nature pada 8 Desember 2021, dan dilansir oleh Science Daily (10/12/2021).

“Selama beberapa dekade, kami telah mencari sinyal yang mengomunikasikan status cadangan energi dalam adiposit untuk menghasilkan respons endokrin yang sesuai, seperti produksi insulin dari sel beta pankreas,” kata Gökhan S. Hotamisligil, direktur Sabri Pusat lker. “Kami sekarang telah mengidentifikasi fabkin sebagai hormon baru yang mengontrol fungsi kritis ini melalui mekanisme molekuler yang sangat tidak biasa.”

Banyak hormon yang terlibat dalam pengaturan metabolisme, seperti insulin dan leptin. Fabkin berbeda dari hormon tradisional karena bukan molekul tunggal dengan reseptor tunggal yang ditentukan. Sebaliknya, fabkin terdiri dari kompleks protein fungsional yang terdiri dari beberapa protein, termasuk protein pengikat asam lemak 4 (FABP4), adenosin kinase (ADK) dan nukleosida difosfat kinase (NDPK).

Melalui serangkaian percobaan, para peneliti menentukan bahwa fabkin mengatur sinyal energi di luar sel. Sinyal-sinyal ini kemudian bertindak melalui keluarga reseptor untuk mengontrol fungsi sel target. Dalam kasus diabetes, fabkin mengontrol fungsi sel beta di pankreas yang bertanggung jawab untuk produksi insulin.

Lebih dari satu dekade yang lalu, Hotamisligil dan rekan menemukan bahwa protein yang dikenal sebagai FABP4 dikeluarkan dari sel-sel lemak selama lipolisis, proses di mana lipid yang disimpan dalam sel-sel lemak dipecah, biasanya dalam menanggapi kelaparan.

Sejak itu beberapa riset menunjukkan korelasi antara FABP4 yang bersirkulasi dan penyakit metabolik termasuk obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kanker. Namun, mekanisme aksinya tidak diketahui.

Dalam studi baru, para peneliti menunjukkan bahwa ketika FABP4 dikeluarkan dari sel-sel lemak dan memasuki aliran darah, ia mengikat enzim NDPK dan ADK untuk membentuk kompleks protein yang sekarang diidentifikasi sebagai fabkin.

Dalam kompleks protein ini, FABP4 memodifikasi aktivitas NDPK dan ADK untuk mengatur tingkat molekul yang dikenal sebagai ATP dan ADP, yang merupakan unit energi esensial dalam biologi. Para peneliti menemukan bahwa reseptor permukaan pada sel terdekat merasakan perubahan rasio ATP terhadap ADP, memicu sel untuk merespon perubahan status energi. Dengan demikian, fabkin mampu mengatur fungsi sel target ini.

Para periset menunjukkan bahwa sel beta pankreas yang memproduksi insulin adalah target fabkin dan bahwa hormon tersebut merupakan kekuatan pendorong di balik perkembangan diabetes. Ketika para peneliti menggunakan antibodi untuk menetralkan fabkin pada tikus, hewan tersebut tidak mengembangkan diabetes. Ketika antibodi diberikan kepada tikus diabetes yang obesitas, mereka kembali ke keadaan sehat.

“Penemuan fabkin mengharuskan kami untuk mengambil langkah mundur dan mempertimbangkan kembali pemahaman mendasar kami tentang bagaimana hormon bekerja.” ujar Kacey Prentice, rekan Hotamisligil. “Saya sangat bersemangat untuk menemukan hormon baru, tetapi terlebih lagi melihat implikasi jangka panjang dari penemuan ini.”

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »