0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

OBATDIGITAL – Makanan instan, olahan dan ultra olahan atau UPF (ultra processed food) dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dalam tubuh. Pasalnya, makanan tersebut diformulasikan tanpa menggunakan bahan makanan utuh.

Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan efek serius makanan olahan bagi penderita kardiovaskular. Makanan olahan dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, serta meningkatkan risiko kematian bagi penderita penyakit jantung bawaan.

Peneliti Utama, Ahli Epidemiologi dan Pencegahan dari IRCCS Istituto Neurologico Mediterraneo Neuromed, Pozzili, Italia, Marialaura Bonaccio mengungkapkan, orang yang mengonsumsi makanan olahan memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke sebanyak dua pertiga dari orang yang tidak memakan makanan olahan. “Kemungkinan meninggal karena sebab apa pun juga 40% lebih tinggi,” jelas Bonaccio dilansir dari Medical News Today, (8/12/2021).

Makanan olahan dan ultra olahan selama ini menjadi kebiasaan masyarakat Amerika Serikat. Sebanyak 60% warganya rutin mengonsumsi makanan olahan.

Menurut Bonaccio, makanan olahan berhubungan dengan proses persiapan dan penyimpanan makanannya, bukan pada nutrisi yang terkandung di dalamnya.

Ahli Diet Kardiologi, Michelle Routhenstein menjelaskan, untuk melihat apakah makanan tersebut termasuk olahan atau bukan, perlu melihat skala klasifikasi makanan NOVA (NOVA adalah nama, bukan singkatan).

Sistem klasifikasi NOVA membagi makanan berdasarkan 4 kategori pemrosesan, yaitu:

  • Makanan yang tidak diproses atau minim diproses, seperti makanan yang dimasak atau dipasteurisasi.
  • Bahan makanan olahan dari alam, seperti garam, minyak zaitun, sirup maple, dan sebagainya.Makanan olahan, seperti roti dan keju.
  • Makanan dan minuman ultra olahan atau sangat diproses, biasanya mengandung kadar lemak dan garam yang tinggi, pengawet, pewarna makanan, penyedap dan stabilisator.

Makanan dan minuman yang termasuk kategori ini yaitu makanan dan minuman ringan, hidangan beku, produk daging yang diproses seperti sosi dan sebagainya.

Lebih lanjut, Bonaccio menambahkan, makanan olahan dan ultra olahan tersebut memiliki senyawa aditif makanan yang dapat mempercepat terjadinya risiko yang lebih buruk pada penderita penyakit kardiovaskular.

Ada berbagai faktor yang sangat mempengaruhi kesehatan, seperti faktor genetik, gaya hidup, faktor lingkungan, hingga diet sehari-hari. Bonaccio menyarankan masyarakat memilih makanan yang lebih sehat untuk dikonsumsi.

“Dengan melihat jumlah bahan yang terkandung dalam makanan tertentu, jika jumlah ini melebihi lima, produk itu kemungkinan besar makanan ultra-olahan,” tutup Bonaccio.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »