sel kanker
0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

OBATDIGITAL – Penyakit kanker hati hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kanker hati kerap disebut sebagai The Silent Killer.

Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2020, kanker hati merupakan salah satu dari 4 penyebab kematian akibat kanker terbesar di Indonesia, dengan jumlah kasus mencapai 21.392 orang meninggal. 

Di dunia, terdapat sekitar 750.000 orang per tahun yang didiagnosis memiliki karsinoma sel hati dan seringnya baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut. Di Indonesia sendiri, kejadian kanker hati sekitar 13,4 per 100.000 penduduk.

Kanker hati umumnya tidak menunjukkan gejala yang signifikan pada stadium awal. Memasuki stadium lanjut, baru muncul gejala-gejala yang cukup mengganggu, sehingga biasanya pasien datang memeriksakan diri ke dokter dalam kondisi sudah cukup parah. 

Spesialis Gastroentero-Hepatologi, MRCCC Siloam Hospital, Cosmas Rinaldi Lesmana mengatakan, masyarakat perlu memeriksakan diri sejak dini untuk memberikan petunjuk gejala yang umumnya tidak dirasakan. Pasien berisiko tinggi juga dianjurkan memeriksakan diri secara rutin. 

“Bagi pasien yang memiliki risiko tinggi, pemeriksaan perlu dilakukan secara rutin, misalnya setiap 6 bulan sekali dengan pemeriksaan USG dan cek darah, hal ini sangat penting untuk membantu masyarakat untuk dapat menemukan kanker hati sejak stadium dini sehingga dapat diobati secara tepat waktu dan efektif untuk meningkatkan harapan hidupnya,” jelas Lesmana dalam acara webinar bertajuk “Peran Pemeriksaan Rutin untuk Deteksi Dini Kanker Hati” (4/12/2021).

Biasanya, rumah sakit akan melakukan deteksi dini untuk menangani kanker hati melalui beberapa metode, seperti Endoscopy Ultrasound (EUS), Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP), radiologi melalui unit Kedokteran Nuklir – SPECT Brightview, maupun sarana penunjang lain seperti pemeriksaan molekuler pasien dan biomarker, yaitu uji senyawa protein dalam tubuh.

Pemeriksaan rutin sangat penting karena kanker hati termasuk salah satu penyakit yang progresi (perburukan penyakitnya) cukup cepat. Spesialis Hemato-Onkologi Medik, MRCCC Siloam Hospitals, Aru W. Sudoyo mengatakan, selain tindakan surveilans, pengobatan kanker hati juga perlu dilakukan secara optimal untuk meningkatkan harapan hidup bagi yang sudah terdiagnosis kanker hati. 

“Di Indonesia sendiri, berbagai macam modalitas terapi di Indonesia sudah tersedia untuk kanker hati stadium dini dan stadium lanjut, termasuk yang paling inovatif yaitu imunoterapi untuk kanker hati yang bekerja dengan cara membangkitkan sistem imun di dalam tubuh pasien sendiri untuk melawan sel kanker,” papar Sudoyo.

Deteksi dini kanker hati tidak hanya perlu dilakukan oleh orang dengan faktor risiko tinggi, tetapi juga masyarakat pada umumnya. Pencegahan akan lebih efektif jika dilakukan deteksi dini sebelum kanker hati memasuki stadium lanjut. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »