kantor pusat Pfizer
0 0
Read Time:2 Minute, 52 Second

OBATDIGITAL – informasi rahasia menjadi suatu hal yangs angat penting bagi semua perusahaan. Ini agar kesuksesaan suatu perusahaan tidak dicuri, dan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengembangkan usahanya. Namun informasi kerahasiaan kesuksesan perusahaan tak selalu bisa dijaga.

Salah satunya yang dialami Pfizer-BioNTech. Dua perusahaan ini diklaim berhasil dalam mengembangkan vaksin COVID-19 dan memasarkannya dan sukses meraih pendapatan yang luar biasa besarnya.

Namun siapa sangka informasi keberhasilan itu juga “dicuri” oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Itulah yang ditudingkan Pfizer dalam perkara hukum dengan mantan karyawannya yang bernama Chun Xaio Li. Dalam gugatan yang diajukan di pengadilanm California, Amerika Serikat, Pfizer menudingnya telah menggugah 12.000 file termasuk dokumen rahasianya ke aku Google Drive dan perangkat pribadinya. Ia dituding mencuri informasi seputar vaksin COVID-19, dan dua obat anibodi monoklonal untuk terapi kanker.

Seperti dilansir Fierce Pharma (24/11/2021), Li dianggap melakukan “perilaku yang mengganggu” tapi memberikan kesan bisa diajak bekerjasama. Namun belakangan, Li dianggap mengambil “file-file”. Kemudian file dikirimkan ke pesaing lain. “Tidak demikian untuk Ms. Li, yang memutuskan untuk meninggalkan Pfizer ke pesaing yang diyakini sebagai Xencor, Inc.,” bunyi pernyataan Pfizer di pengadilan.

Xencor adalah sebuah perusahaan tahap klinis yang berbasis di California yang memfokuskan pada obat-obatan yang menargetkan kanker dan penyakit autoimun. Ketika dikonfirmasi, Xencor menolak berkomentar karena bukan pihak dalam gugatan tersebut.

Dalam gugatannya, Pfizer menuduh penyalahgunaan rahasia dagang, pelanggaran kontrak, dan banyak lagi. Perusahaan sedang mencari perintah penahanan sementara dan bantuan ganti rugi untuk “mencegah kerusakan lebih lanjut yang tidak dapat diperbaiki” saat bekerja melalui proses arbitrase dengan Li.

Pengamat biofarma mungkin tidak asing dengan kasus-kasus yang melibatkan rahasia dagang yang dicuri. Sebelumnya, dua mantan staf Genentech mengaku mencuri informasi dari perusahaan untuk membantu pesaing.

OBATDIGITAL – informasi rahasia menjadi suatu hal yangs angat penting bagi semua perusahaan. Ini agar kesuksesaan suatu perusahaan tidak dicuri, dan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengembangkan usahanya. Namun informasi kerahasiaan kesuksesan perusahaan tak selalu bisa dijaga.

Salah satunya yang dialami Pfizer-BioNTech. Dua perusahaan ini diklaim berhasil dalam mengembangkan vaksin COVID-19 dan memasarkannya dan sukses meraih pendapatan yang luar biasa besarnya.

Namun siapa sangka informasi keberhasilan itu juga “dicuri” oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Itulah yang ditudingkan Pfizer dalam perkara hukum dengan mantan karyawannya yang bernama Chun Xaio Li. Dalam gugatan yang diajukan di pengadilanm California, Amerika Serikat, Pfizer menudingnya telah menggugah 12.000 file termasuk dokumen rahasianya ke aku Google Drive dan perangkat pribadinya. Ia dituding mencuri informasi seputar vaksin COVID-19, dan dua obat anibodi monoklonal untuk terapi kanker.

Seperti dilansir Fierce Pharma (24/11/2021), Li dianggap melakukan “perilaku yang mengganggu” tapi memberikan kesan bisa diajak bekerjasama. Namun belakangan, Li dianggap mengambil “file-file”. Kemudian file dikirimkan ke pesaing lain. “Tidak demikian untuk Ms. Li, yang memutuskan untuk meninggalkan Pfizer ke pesaing yang diyakini sebagai Xencor, Inc.,” bunyi pernyataan Pfizer di pengadilan.

Xencor adalah sebuah perusahaan tahap klinis yang berbasis di California yang memfokuskan pada obat-obatan yang menargetkan kanker dan penyakit autoimun. Ketika dikonfirmasi, Xencor menolak berkomentar karena bukan pihak dalam gugatan tersebut.

Dalam gugatannya, Pfizer menuduh penyalahgunaan rahasia dagang, pelanggaran kontrak, dan banyak lagi. Perusahaan sedang mencari perintah penahanan sementara dan bantuan ganti rugi untuk “mencegah kerusakan lebih lanjut yang tidak dapat diperbaiki” saat bekerja melalui proses arbitrase dengan Li.

Pengamat biofarma mungkin tidak asing dengan kasus-kasus yang melibatkan rahasia dagang yang dicuri. Sebelumnya, dua mantan staf Genentech mengaku mencuri informasi dari perusahaan untuk membantu pesaing.

,

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »