Pasienpria COVID-19
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

OBATDIGITAL – Pandemi COVID-19 tidak hanya menimbulkan dampak secara fisik, tetapi juga psikologis. Tingginya tingkat depresi dan kecemasan selama pandemi terjadi hampir di seluruh dunia.

Berdasarkan penelitian dari Kaiser Family Foundation (KFF), hingga awal tahun 2021 saja, setidaknya 4 dari 10 orang dewasa di Amerika Serikat mengalami depresi dan gangguan kecemasan.

Sebagian besar dari orang dewasa yang kesehatan mentalnya terganggu karena dampak pandemi COVID-19 mengalami kesuitan tidur, makan, hingga penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.

Chief Operating Officer (COO) Carsome Malaysia, Benjamin Koellmann mengatakan, masalah kesehatan mental memang sudah tidak asing lagi di kalangan karyawan selama pandemi. Kesehatan mental tidak lagi menjadi sesuatu yang bisa dipandang sebelah mata.

Menurutnya, Carsome telah mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan kesehatan mental karyawannya. Di antaranya, membantu mendeteksi tanda-tanda kecemasan.

“Itu sebabnya kami bermitra dengan Doctor Anywhere untuk menyediakan Alat Penilaian Mandiri Kesehatan Mental bagi orang-orang untuk menilai dan mengenali tanda-tanda kecemasan,” jelas Koellmann dilansir dari The Malaysian Insight, (22/11/2021).

Lebih lanjut, mereka juga mensponsori karyawan yang membutuhkan konsultasi dengan psikoterapis.

Sebanyak 300 orang karyawan telah mendapat manfaat dari alat penilai mandiri kesehatan mental yang diinisiasi perusahaan, dan 10 orang karyawan juga telah mendapat bantuan profesional untuk mengatasi gangguan kesehatan mentalnya.

Selain itu, pihaknya juga menyelenggarakan aktivitas yang dapat meningkatkan hormon endorfin, seperti yoga dengan instruktur dan kelas kerajinan origami.

Setiap hari Rabu, ada kegiatan Wellness Wednesday berupa aktivitas virtual karyawan dengan main game atau karaoke bersama, yang bertujuan untuk melepas stres.

Pihaknya juga mengantisipasi “zoom fatigue” atau rasa lelah akibat rapat virtual dengan membebaskan karyawan dari rapat setiap hari Jumat, yang diberi nama Freedom Wednesday.

Koellmaan menjelaskan, program yang dilaksanakan perusahaan ini membantu karyawan untuk lebih fokus bekerja dan lebih sehat secara mental, terutama di masa pandemi COVID-19.

“Kami ingin anggota tim kami tahu bahwa kami peduli dengan kesejahteraan mereka, dan kami memahami bahwa mereka melakukan beberapa pekerjaan terbaik mereka saat mereka bahagia dan puas,” tutupnya.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »