penderita jantung
0 0
Read Time:2 Minute, 18 Second

OBATDIGITAL – Gagal jantung termasuk salah satu penyakit yang membahayakan, dan kerap dikira serangan jantung, meski faktanya berbeda. Gagal jantung atau lemah jantung terjadi secara perlahan karena berkurangnya fungsi jantung.

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Siloam Hospital Lippo Village, Antonia Anna Lukito, menjelaskan bahwa gagal jantung adalah kondisi yang secara berangsur dapat memperpendek umur pasien.

Gagal jantung merupakan kondisi malfungsi jantung, yang berakibat sesak napas dan timbul bengkak di bagian tubuh. Antonia menuturkan, penting melakukan deteksi dini penyakit jantung.

Pasalnya, 50% pasien yang mengalami penyakit jantung umumnya tidak mengalami gejala peringatan sama sekali.

“Waspadalah gagal jantung karena tidak selalu ada gejala, banyak orang yang merasa tidak memiliki penyakit gagal jantung,” papar Antonia dalam Webinar kerja sama Siloam Lippo Village dan Roche Indonesia bertajuk “Deteksi Dini Penyakit Jantung, Apakah Mungkin?”, (18/11/2021).

Lebih lanjut, Antonia juga memaparkan 5 gejala peringatan dari gagal jantung, yaitu:

  • Lemas, karena jantung tak dapat mencukupi kebutuhan oksigen tubuh.
  • Aktivitas yang terbatas, karena pasien gagal jantung tidak mampu beraktivitas secara normal.
  • Kongestif, yaitu terjadinya penumpukan cairan di paru-paru, sehingga menyebabkan batuk dan kesulitan bernapas.
  • Bengkak, terjadi penumpukan cairan di tungkai bawah, mata kaki, tungkai paha, dan perut.
  • Sesak, tidak mampu tidur telentang.Ada beberapa faktor risiko penyakit jantung, di antaranya seperti kebiasaan merokok, kadar kolesterol tinggi, serta beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi, obesitas, dan jarang bergerak.

Sedangkan untuk penyebab gagal jantung bisa diakibatkan hipertensi, gangguan jantung bawaan, aritmia, serangan jantung, penyakit jantung katup karena faktor usia, serta infeksi.

Lalu, bagaimana cara mengurangi risiko penyakit jantung? Antonia menuturkan agar masyarakat senantiasa aktif bergerak.

“Selain itu diet makanan serat tinggi, sayur-sayuran dan ikan, singkirkan makanan kemasan dan bergula, serta pertahankan pikiran yang sehat,” imbuhnya.

Untuk deteksi dini penyakit jantung sangat bisa dilakukan sebagai tindak pencegahan.

Salah satunya dengan pemeriksaan biomarker lewat laboratorium, yaitu menggunakan NT-proBNP yakni hormon yang dihasilkan oleh jantung pada saat teregang.

Selain itu juga bisa dengan ekokardiografi dan CT Scan (Computed Tomography) atau MRI (Magnetic Resonance Imaging) jantung.

Antonia juga merekomendasikan seseorang yang mengidap penyakit jantung untuk mengonsumsi air putih tidak lebih dari 1,5 liter per hari, agar jantungnya tidak kelelahan. Jika merasa haus yang berlebihan, bisa kumur-kumur untuk menghilangkan hausnya.

Ia juga mengingatkan salah satu kelompok dengan risiko paling rentan mengalami gagal jantung adalah ibu rumah tangga, khususnya dalam kondisi obesitas.

Sebab, ibu rumah tangga biasanya jarang ada waktu untuk diri sendiri dan lebih banyak melakukan aktivitas pasif, sehingga rentan mengalami kegemukan dan gagal jantung.

“Ibu-ibu rumah tangga rentan terkena obesitas karena aktivitas rumah tangga yang padat dan kurang me-time, sehingga minim aerobik atau gerak aktif,” ujar Antonia.

Gerak aktif yang disarankan untuk menjaga kesehatan jantung yaitu rutin aerobik selama 30-50 menit setiap harinya. Olahraga harus dilakukan dengan teratur namun jangan sampai membuat tubuh terlalu lelah.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »