0 0
Read Time:2 Minute, 7 Second

OBATDIGITAL – Selama pandemi COVID-19, virus influenza tidak pernah libur lakukan serangan. Beberapa pakar kesehatan di Amerika Serikat menyebutkan, selama pandemi terdapat kasus koinfeksi flu dan COVID-19, yang disebut twindemic.

Biasanya, infeksi flu akan memperparah seseorang yang terkena virus COVID-19. Selain itu, kondisi twindemic ini juga dapat meningkatkan risiko kematian khususnya bagi kelompok komorbid, lansia, dan tenaga medis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksinasi flu pada individu sekali setahun secara rutin, khususnya bagi balita, lansia, penderita penyakit kronis, tenaga kesehatan dan juga pelancong yang sering bepergian ke luar negeri. Vaksin flu bisa diberikan mulai dari usia 6 bulan hingga dewasa.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, influenza adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza yang menyebabkan sakit ringan hingga berat dan dapat berakibat kematian. Ada beberapa jenis virus influenza, yaitu tipe A, tipe B, dan tipe C.

“Data dari WHO menunjukkan, influenza musiman yaitu influenza A, B, dan C terjadi 3-5 juta kasus influenza berat, dengan angka kematian mencapai 290.000 hingga 650.000 kasus,” jelas Tarmizi dalam Konferensi Pers (19/11/2021).

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Prof. Samsuridjal Djauzi, memaparkan pentingnya vaksin flu untuk mencegah twindemic.

Menurutnya, vaksin flu selain dapat mencegah koinfeksi, juga dapat membantu diagnosis dokter pada pasien COVID-19 yang juga terkena flu secara bersamaan.

“Gejala klinis COVID-19 bisa semakin berat, karena itulah, terutama pada pasien-pasien dengan penyakit kronis, perlu vaksin flu untuk mencegah koinfeksi,” jelas Djauzi.

Sementara itu, Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof. Cissy B Kartasasmita, mengatakan, di Amerika Serikat terdapat peningkatan angka penderita COVID-19 khususnya pada anak-anak.

Vaksin flu dinilai penting untuk anak, karena belum adanya vaksin COVID-19 yang disetujui untuk pemakaian pada anak di bawah usia 12 tahun. Vaksin flu menurut Cissy, terbukti mengurangi keparahan pada pasien COVID-19.

Anak usia di bawah 5 tahun dan usia sekolah termasuk dalam kelompok penularan flu tertinggi. Vaksin flu bisa jadi tindakan preventif, khususnya saat pembelajaran tatap muka mulai dilaksanakan baru-baru ini.

“Terlebih saat mulai sekolah tatap muka, peningkatan risiko penularan penyakit semakin besar, termasuk influenza,” pungkas Cissy.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat membeberkan beberapa manfaat vaksin flu, di antaranya melindungi dari infeksi influenza, terutama bagi kelompok rentan. Selain itu, mengurangi angka rawat inap akibat komplikasi influenza.

Manfaat lainnya, mengurangi risiko koinfeksi influenza dan COVID-19 serta mengurangi keparahan pasien COVID-19 apabila terinfeksi influenza. Vaksin flu juga dapat melindungi ibu hamil dan menyusui, juga melindungi bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »