Vaksin Flu
0 0
Read Time:1 Minute, 30 Second

OBATDIGITAL – Vaksin flu tidak hanya melindungi seseorang dari serangan influenza yang kerap menyerang di musim penghujan atau musim dingin. Tetapi, menurut studi yang digarap periset di Fakultas Kedokteran Universitas Miami Leonard M. Miller di Florida , Amerika Serikat, juga mencegah serangan COVID-19 menjadi lebih parah.

Periset itu membuktinya lewat studi analisa terhadap 37.377 catatan pasien dalam skala global. Di situ mereka melihat vaksin flu yang diberikan setahun sekali ini dapat mengurangi risiko deep vein thrombosis (DVT), sepsis, dan stroke pada pasien dengan COVID-19.

Pasien COVID-19 yang sudah divaksin flu, kecil kemungkinan dilarikan ke ruang instalasi gawat darurat dan unit perawatan intensif (ICU) di rumah sakit. Mereka cukup mendapatkan terapi dengan menjalani isolasi mandiri.

“Hanya sebagian kecil dari dunia yang telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19 hingga saat ini, dan dengan semua kehancuran yang terjadi akibat pandemi, komunitas global masih perlu mencari solusi untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas,” kata Profesor Devinder Singh, kepala Divisi Bedah Plastik di universitas tersebut.

Sebaliknya, seperti dilansir Pharmacy Times (19/11/2021), pasien COVID-19 yang belum mendapatkan vaksin flu memiliki kemungkinan hingga 20% lebih besar untuk dirawat di ICU. Selanjutnya, mereka secara signifikan lebih mungkin untuk mengembangkan sepsis (45%), mengalami stroke (58%), mengembangkan DVT (40%), atau mengunjungi UGD (58%), dan risiko kematian tidak berkurang.

Singh dan koleganya juga menemukan bahwa 176 pasien perlu menerima vaksin flu untuk mencegah 1 kunjungan UGD dalam waktu 120 hari setelah dites positif COVID-19. Selain itu, 286 pasien harus menerima vaksin flu untuk mencegah 1 kasus sepsis. Untuk setiap 440 pasien yang diperbarui pada vaksin flu mereka, 1 masuk ICU dicegah.

Namun begitu, Singh tetap menyarankan agar setiap orang harus mendapatkan vaksinasi COVID-19 selain vaksin flu tahunan mereka.

Di samping itu, vaksin flu diberikan kepada negara-negara dimana pasokan vaksin COVID-19 terhambat.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »