Ibu bersama bayinya
0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second

OBATDIGITAL – Virus herpes simpleks atau HSV tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Faktanya, penyakit infeksi menular seksual (IMS) ini juga bisa menyerang bayi.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku, dr. Sri Anantha Widya menjelaskan, HSV dapat menginfeksi bayi terutama di bagian luar kelamin dan anus akibat paparan virus HSV-1 dan HSV-2.

HSV bisa terjadi melalui kontak dengan penderita dan hubungan seksual dengan orang yang terpapar virus.

“Herpes simpleks merupakan penyakit menular seksual yang terbagi dalam dua tipe gejala dan penularan yang bisa terjadi juga pada bayi, karena itu para orang tua perlu berhati-hati menjaga bayi mereka,” jelas Widya dikutip dari Republika, (16/11/2021).

Lebih lanjut Widya memaparkan, ada dua jenis HSV yang bisa menginfeksi orang dewasa maupun bayi, yaitu HSV-1 yang biasa dikenal dengan herpes oral. Gejalanya yakni timbul luka dan benjolan yang bersifat perih dan dapat melepuh di area bibir dan wajah.

Berikutnya, HSV-2 disebut juga herpes genital, yang umumnya muncul di area sekitar anus dan bagian luar alat kelamin. Pada bayi, baik HSV-1 maupun HSV-2 bisa ditularkan oleh orang yang memiliki luka herpes di mulutnya dan mencium bayi, serta bisa juga terinfeksi dari ibu yang menderita herpes.

Selain orang dewasa yang aktif secara seksual, orang dengan kondisi imun tubuh yang sedang lemah pun rentan terkena HSV.

Sebanyak 50 persen pengidap HSV tertular melalui kontak fisik dengan orang yang telah terinfeksi.

Ada beberapa gejala umum HSV yang dapat terlihat kasat mata, antara lain jika terdapat luka atau lecet pada alat kelamin bagian luar, dan adanya luka lepuhan merah yang berisi air di area sekitar mulut, alat kelamin dan anus. Selain itu, timbul rasa gatal dan sakit pada luka dan keputihan.

Gejala lain yang dialami oleh pengidap HSV yaitu demam, rasa kesemutan atau sensasi terbakar di sekitar alat kelamin, nyeri saat buang air kecil, terdapat luka pada serviks, dan bengkak pada kelenjar getah bening.

Untuk meredakan gejala yang timbul, pengidap HSV bisa mandi menggunakan air hangat yang diberi sedikit garam, mencuci tangan setelah menyentuh area tubuh yang terkena HSV, serta mengompres lepuhan luka HSV dengan air dingin untuk mengurangi gatal dan rasa sakit.

Widya menambahkan, meski belum ditemukan obat untuk membunuh virus tersebut, pengidap HSV tetap harus meminum obat antivirus untuk mengurangi gejala.

Hal ini berfungsi untuk mencegah penularan pada orang lain, dan memperpendek durasi kemunculan gejala HSV.

“Obat antivirus tidak menghilangkan virus herpes dari dalam tubuh, karena sampai saat ini belum ada obat yang dapat membunuh virus itu,” tutup Widya.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »