Penderita diabetes tengah disuntik insulin
0 0
Read Time:1 Minute, 35 Second

OBATDIGITAL – Diabetes tipe 1 merupakan salah satu jenis diabetes yang tidak bisa disembuhkan atau dikendalikan. Semasa hidupnya pasien ini tergantung suntikan insulin. Setiap akan makan misalnya, pasien harus mengonsumsinya. Sebanyak 10% penderita diabetes dari golongan ini. Namun sayangnya sejauh ini, kenapa orang bisa terkena diabetes jenis ini.

Kini Despoina Manousaki, periset dari Pusat Penelitian CHU Sainte-Justine dan Université de Montréal – keduanya berlokasi di Kanadar – telah mengidentifikasi tiga protein yang bersirkulasi sebagai molekul yang menjanjikan untuk pengembangan obat-obatan dan alat deteksi dini untuk pasien dengan diabetes tipe 1.

“Analisis kami mengungkapkan bahwa kadar protein SIRPG dan IL27EBI3 yang lebih tinggi meningkatkan risiko diabetes tipe 1 dan kadar CTRB1 yang lebih tinggi mengurangi risiko pengembangan penyakit ini,” kata Profesor Manousaki, seperti dilansir Medical Xpress (15/11/2021).

Protein yang beredar itu adalah sumber biomarker yang belum dieksplorasi, tetapi potensinya sangat besar. “Mereka adalah target yang menarik untuk mengembangkan terapi baru,” jelas Nahid Yazdanpanah, kolega Manousaki dalam studi ini.

Untuk mengkarakterisasi biomarker ini, para peneliti itu melakukan studi pengacakan Mendelian untuk mengidentifikasi protein dalam aliran darah yang mempengaruhi risiko diabetes tipe 1. Teknik ini menggunakan variasi genetik yang diketahui dalam suatu populasi untuk menguji efek kausal dari suatu variabel pada faktor risiko penyakit.

Pertama, tim peneliti menggali database untuk mengidentifikasi penentu genetik dari 1.600 protein yang beredar. Kemudian, mereka menganalisis data genom dari 9.684 pasien dengan diabetes tipe 1 dan 15.743 kontrol untuk menilai apakah salah satu dari protein ini terkait dengan risiko diabetes tipe 1.

“Berdasarkan hasil kami, kami mengamati bahwa peningkatan SIRPG plasma dikaitkan dengan hampir 60 persen peningkatan risiko terkena diabetes tipe 1, sementara peningkatan IL27EBI3 menggandakan risiko. Sebaliknya, tingkat CTRB1 yang lebih tinggi memiliki efek perlindungan. dengan hampir 20 persen penurunan risiko terkena penyakit ini,” kata Dr. Manousaki.

Tapi Manousaki mengakui perlu riset lebih lanjut untuk mengungkap peran protein tadi dan bagaimana mengembangkan obat yang menyasar pada protein tersebut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Translate »