0 0
Read Time:1 Minute, 19 Second

OBATDIGITAL – Disinfektan belakangan ini selalu tersedia di rumah dan dibawa dalam setiap perjalanan. Kita cenderung menganggap disinfektan sebagai sekutu kita dalam memerangi penyakit semasa pandemi COVID-19. Hampir semua memandang disinfektan aman digunakan.

Tapi kini sebuah penelitian inovatif dari Universitas Macquarie, Australia, telah menemukan disinfektan mungkin menjadi agen ganda: di satu sisi menghalangi antibiotik bekerja, tetapi di sisi lain justru meningkatkan resistensi antibiotik.

Resistensi antimikroba adalah tantangan besar yang terus berkembang untuk perawatan kesehatan global, dan di antara pelanggar terburuk adalah sekelompok bakteri resisten yang dikenal sebagai patogen ESKAPE. Yang termasuk dalam ESKAPE adalah Enterococcus faecium, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa, dan spesies Enterobacter.

Bakteri ini sebenarnya tergolong bakteri baik di habitat alami usus, tanah, atau air. Namun, jika seorang pasien yang sudah sakit kritis atau immunocompromised bersentuhan dengannya, itu dapat mengakibatkan penyakit yang mengancam jiwa termasuk pneumonia, sepsis, dan infeksi luka.

Salah satu garis pertahanan terakhir melawan patogen ESKAPE adalah antibiotik aminoglikosida, tetapi sekarang mereka juga berada di bawah ancaman resistensi.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Francesca Short dan Profesor Ian Paulsen, dari Departemen Ilmu Molekuler Universitas Macquarie, menguji efek desinfektan benzalkonium klorida (BAC) pada aminoglikosida dan patogen ESKAPE.

“BAC adalah disinfektan biosida yang dinilai tidak beracun, dan sebagai hasilnya banyak digunakan dalam perawatan kesehatan, keamanan pangan dan pertanian, serta dalam produk rumah tangga biasa seperti tisu antibakteri, desinfektan luka, obat tetes mata dan obat tetes telinga,” kata Short, dalam Medical Xpress (15/11/2021).

“Studi kami menemukan BAC tidak hanya dapat mencegah antibiotik aminoglikosida bekerja, tetapi juga mendorong evolusi bakteri resisten, yang sangat memprihatinkan mengingat seberapa luas penggunaan BAC.”

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »