0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

OBATDIGITAL – Banyak orang beragama Islam berpuasa di bulan yang diwajibkan, yaitu bulan Ramadhan. Tujuannya untuk menghapus dosa. Namun, di luar masalah akidah, puasa umumnya juga baik untuk kesehatan. Menurut studi terbaru, puasa – yang dalam hal ini berselang-seling – bisa membantu melawan peradangan atau inflamasi.

Para peneliti di Intermountain Healthcare Heart Institute di Salt Lake City, Amerika Serikat, menemukan manfaat puasa setelah melakukan riset yang melibatkan 67 pasien berusia 21 hingga 70 tahun yang semuanya memiliki setidaknya satu fitur sindrom metabolik atau diabetes tipe 2.

Peserta juga tidak menggunakan obat anti-diabetes atau statin dan mengalami peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL). Dari 67 pasien yang diteliti, 36 diberi resep jadwal puasa intermiten: dua kali seminggu puasa 24 jam hanya dengan air selama empat minggu, kemudian seminggu sekali hanya dengan air selama 24 jam selama 22 minggu.

Puasa tidak bisa dilakukan pada hari-hari berturut-turut. Sisanya 31 peserta tidak mengubah pola makan atau gaya hidup mereka.

Setelah 26 minggu, peneliti kemudian mengukur kadar galectin-3 peserta, dan menemukan bahwa itu lebih tinggi pada kelompok puasa intermiten. Mereka juga menemukan tingkat HOMA-IR (resistensi insulin) dan MSS (sindrom metabolik) yang lebih rendah.

Efek tersebut memiliki kesemaan dengan orang yang minum obat penghambat SGLT-2 yang dilaporkan, kelas obat yang digunakan untuk menurunkan kadar glukosa tinggi pada diabetes tipe 2.

“Dalam menemukan kadar galektin-3 yang lebih tinggi pada pasien yang berpuasa, hasil ini memberikan mekanisme menarik yang berpotensi terlibat dalam membantu mengurangi risiko gagal jantung dan diabetes,” kata Benjamin Horne, peneliti utama studi dan direktur epidemiologi kardiovaskular dan genetik di Intermountain Healthcare Heart Institute, Amerika Serikat.

Ia, seperti dilansir Scitech Daily (13/11/2021), menambah manfaat puasa. Sebelumnya, sejumlah studi menunjukkan bahwa puasa itu juga dapat menurunkan berat badan.

“Peradangan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes dan penyakit jantung. Kami didorong untuk melihat bukti bahwa puasa intermiten mendorong tubuh untuk melawan peradangan dan menurunkan risiko tersebut,” ujar Home.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »