Pasien kanker yang dikemoterapi
0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

OBATDIGITAL – Selama ini pasien kanker umumnya menjalani terapi berupa kemoterapi dan radioterapi. Meski begitu terapi ini memiliki efek samping yang kurangf mengenakkan bagi pasien kanker.

Tapi belakangan ada terapi sel punca yang merupakan stadar pelayanan emas untuk pasien leukemia yang sulit diobati, limfoma, dan kanker darah lainnya.

Prosedur ini melibatkan penggantian sel induk pembentuk darah pasien sendiri dengan sel induk donor dan, dalam prosesnya, membasmi sel kanker dalam darah, kelenjar getah bening, dan sumsum tulang.

Tetapi banyak pasien dengan kanker darah mematikan seperti itu terlalu rapuh untuk menjalani transplantasi sel induk. Itu karena sel induk pasien terlebih dahulu harus dihancurkan dengan kemoterapi intensif dan terkadang radiasi total tubuh sebelum sel induk donor diinfuskan. Namun cara itu membuat pasien berisiko terkena infekai, kerusakan organ hingga efek samping yang membahayakan nyawa pasien.

Keterbatasan itu dicoba diatasi oleh ilmuwan di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis, Amerika Serikat (AS). Mereka telah mengembangkan metode transplantasi sel punca yang tidak memerlukan radiasi atau kemoterapi.

Sebaliknya, strategi tersebut mengambil pendekatan imunoterapi, menggabungkan eliminasi yang ditargetkan dari sel induk pembentuk darah di sumsum tulang dengan obat modulasi kekebalan untuk mencegah sistem kekebalan menolak sel induk donor baru.

Dengan teknik baru yang dioujcoba pada tikus, tikus menjalani transplantasi sel induk yang sukses dari tikus yang tidak berhubungan tanpa bukti jumlah sel darah rendah yang berbahaya yang merupakan ciri dari prosedur tradisional. Data tersebut juga menunjukkan bahwa transplantasi sel punca semacam itu dapat efektif melawan leukemia.

Studi yang tersedia online di Journal of Clinical Investigation ini membuka pintu untuk transplantasi sel induk yang lebih aman, yang berarti lebih banyak pasien dengan berbagai jenis kanker darah dapat menerima terapi kuratif yang berpotensi ini, dan ini dapat dianggap sebagai pengobatan untuk penyakit lain, seperti seperti anemia sel sabit atau kelainan genetik lainnya, yang kurang mengancam jiwa.

“Untuk dapat melakukan transplantasi sel induk tanpa harus memberikan radiasi atau kemoterapi akan menjadi transformatif,” kata ahli onkologi medis Profesor John F. DiPersio, dan kepala Divisi Onkologi di Fakultas Kedokteran Universitas Washington, seperti dilansir dari Science Daily (11/11/2021)..

“Ini bisa menghilangkan rendahnya jumlah sel darah, komplikasi perdarahan, kerusakan organ, dan infeksi,” sambungnya.

Selain itu juga memiliki implikasi khusus untuk melakukan transplantasi sumsum tulang atau terapi gen untuk pasien dengan penyakit non-kanker seperti anemia sel sabit, di mana toksisitas kemoterapi- atau pengkondisian terkait radiasi penting untuk dihindari.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Translate »