aktivitas pembuatan obat
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

OBATDIGITAL – Setelah berhasil membuat vaksin COVID-19, pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Moderna kini berseteru soal hak paten COVID-19. Washington mengklaim bahwa vaksin yang diklaim buatan Moderna sebenarnya merupakan buah karya kedua pihak.

Moderna, seperti dilansir Fierce Pharma (10/11/2021) yang mengutip New York Times, ketika mengajukan hak paten ke Kantor Paten dan Merek Dagang AS, Moderna mengklaim itu merupakan hasil kerja timnya. Tapi di lain pihak, Lembaga Kesehatan Nasional (NIH) bahwa pihaknya juga berperan menemukan vaksin tersebut. Tiga ilmuwan NIH diklaim sukses menemukan elemen kunci vaksin itu.

Pertengkaran itu telah berlangsung selama lebih dari setahun, lapor Times. Kelompok advokasi hak-hak konsumen Public Citizen telah membantu membawa perselisihan dari balik pintu setelah meninjau dokumen paten. Tanpa resolusi antara pihak, pertempuran bisa menuju pengadilan.

Cerita tersebut berawal ketika pemerintah AS memberikan dana kepada beberapa perusahaan—termasuk US$1,4 miliar kepada Moderna—untuk mengembangkan vaksin COVID-19. Ilmuwan dari Pusat Penelitian Vaksin NIH —John Mascola, Barney Graham, dan Kizzmekia Corbett, -diutus untuk ikut serta dalam riset vaksin itu.

Namun dalam dokumen paten, Moderna mengklaim bahwa mereka telah “mencapai tekad dengan niat baik bahwa individu-individu ini tidak ikut menciptakan mRNA dan komposisi mRNA yang diklaim dalam aplikasi ini.”

Dalam aplikasi, Moderna menyertakan nama beberapa karyawan yang dikreditkan dengan penemuan tersebut.

Dari empat paten yang diajukan oleh Moderna dan ditinjau oleh Public Citizen, hanya satu yang menyebutkan kontribusi NIH. Warga Publik mendesak NIH untuk mengambil penyebab para ilmuwannya.

Kelompok advokasi melihat pertarungan paten datang. Desember lalu, Peter Maybarduk, Direktur Akses ke Obat-obatan di Public Citizen, menjuluki vaksin buatan Moderna sebagai “Vaksin Rakyat.”

“Ini bukan hanya vaksin Moderna,” kata Maybarduk kepada Forbes. “Ilmuwan federal (NIH) membantu menciptakannya dan pembayar pajak mendanai pengembangannya. Kita semua telah memainkan peran. Itu harus menjadi milik umat manusia.”

Perebutan vaksin itu telah “mencoreng” keberhasilan Moderna meraup keuntungan dari pembuatan vaksin. Estimasi pendapatan dari US$20 miliar turun menjadi US$18 miliar.

Akankah hal ini akan terjadi pada vaksin Merah Putih dimana pemerintah Indonesia melibatkan perusahaan swasta dalam pembuatan vaksin tersebut? Kita tunggu saja.

,

About Post Author

obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.

Translate »