Riset obat
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

OBATDIGITAL – Hampir semua obat memiliki efek samping. Yang membedakan masing-masing obat itu hanya organ-organ mana yang terkena efek samping dan besaran gejala efek samping yang dirasakan.

Namun sampai saat ini penyebab itu bisa terjadi masih misterius, sebelum tim peneliti Weill Cornell Medicine, Amerika Serikat menemukan jawabannya. Tim tersebut menyebutkan bahwa membran sel ikut berperan.

S”Obat-obatan itu cenderung mempengaruhi banyak protein membran, dan kami menduga ada semacam mekanisme non-spesifik yang bekerja,” kata Profesor Radda Rusinova, ahli fisiologi dan biofisika di Weill Cornell Medicine.

Dalam studi yang diterbitkan di PNAS dan dikutip Science Daily (10/11/2021), Rusinova dan rekan-rekannya menggunakan tes sensitif untuk membandingkan bagaimana obat yang berbeda mempengaruhi aktivitas dua protein saluran yang menjangkau membran: saluran ion gramicidin dan saluran kalium yang disebut KcsA.

Gramicidin digunakan untuk mengukur besarnya efek obat pada membran. “Gramicidin diteliti untuk melihat berapa besar perubahan sifat lapisan ganda dan membran,” ujar Rusinova.

Sementara itu KcsA mencerminkan efek obat ini pada protein membran yang khas. KcsA termasuk dalam kelas protein — saluran kalium — yang mendorong banyak aspek fisiologi sel dalam segala hal mulai dari bakteri hingga manusia.

Mereka menemukan bahwa obat terkait membran dapat mempengaruhi KcsA setidaknya dalam tiga cara: dengan berinteraksi langsung dengan protein, dengan mengganggu koneksi struktural protein ke membran, atau dengan menyebabkan perubahan luas dalam karakteristik membran seperti ketebalan atau elastisitas.

Perubahan karakteristik membran memiliki efek yang terkenal pada saluran ion gramisidin, antibiotik yang diisolasi dari bakteri yang telah lama digunakan sebagai alat standar untuk mempelajari perubahan tersebut.

Hasil dari uji komparatif mengungkapkan proses yang lebih bernuansa daripada model langsung yang saat ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana obat pengikat membran dapat memengaruhi protein rentang membran.

“Semakin banyak data yang diperoleh Rusinova, semakin jelas bahwa model sederhana ini tidak benar-benar mencakup spektrum penuh efek yang kita lihat,” kata Profesort Olaf Andersen, penulis senior studi tersebut. .

Lalu mengapa tidak semua obat punya efek samping serius dan yang lain tidak? Untuk menyoroti keragaman hasil yang mungkin, Rusinova menunjuk ke dua obat yang segera diuji timnya: amiodarone, obat jantung yang efek mediasi membrannya benar-benar meningkatkan kemanjurannya, dan troglitazone, obat anti-diabetes yang efek sampingnya termasuk toksisitas hati.

,

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »