Wamenkes Dante Saksono
0 0
Read Time:1 Minute, 23 Second

OBATDIGITAL – Sebagian besar bahan baku obat, alat kesehatan hingga bahan baku farmasi di Indonesia masih tergantung dari impor negara lain. Keterbatasan kemampuan untuk memproduksi secara mandiri masih menjadi kendala.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa 90% bahan baku obat di Indonesia didapat secara impor. Untuk alat kesehatan, 88% juga masih diimpor.

Adapun anggaran untuk pengembangan dan penelitian hanya sebesar 0,2% dari PDB (produk domestik bruto).

Jumlah ini tentunya kalah jauh dengan beberapa negara lain, seperti Singapura yang sudah mencapai 1,9%, atau Amerika Serikat yang berada di angka 2,8%.

Padahal, menurut Harbuwono, 31% dari 496 alat kesehatan yang diimpor tersebut bisa diproduksi dalam negeri.

“152 atau 31% dari 496 alat kesehatan yang ditransaksikan (impor) telah mampu diproduksi di dalam negeri,” ujar Harbuwono dalam Forum Nasional Kemandirian Ketahanan Industri Farmasi, dikutip dari CNBC Indonesia, (8/11/2021).

Berdasarkan data dari Kemenkes, sebanyak 3% dari 1.809 obat yang ditransaksikan pada e-katalog belum bisa diproduksi dalam negeri.

Meskipun penggunaan obat dalam negeri terbilang tinggi, bahan bakunya masih diimpor dari negara lain.

Dari 10 jenis molekul obat yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia, baru empat obat yang bisa dibuat dalam negeri, di antaranya Omeprazole, Atorvastatin, Clopidogrel, dan Paracetamol.

Sedangkan untuk obat-obatan dengan konsumsi tertinggi lainnya seperti Amlodipine, Bisoprolol, Lansoprazole, Ceftriaxone, dan Cefixime belum bisa diproduksi di negeri sendiri.

Lebih lanjut Harbuwono mengatakan, sebenarnya produksi bahan baku obat dalam negeri sangat bisa dilakukan.

Pemerintah pihaknya juga akan memperkuat hulu kimia agar dapat memproduksi obat dengan harga terjangkau. Namun, perlu kerja sama dari produsen obat di Indonesia.

“Kita perkuat dengan instrumen kebijakan sehingga bahan baku obat dalam negeri jauh lebih murah dari impor,” tutupnya.

,

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »