Kanker darah
0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

OBATDIGITAL – Para ilmuwan di Georgetown Lombardi Comprehensive Cancer Center dan BioXcel Therapeutics, Inc., Amerika Serikat telah mengembangkan obat untuk mengatasi kanker pankreas. Dalam ujicoba itu, obat eksperimen dapat memicu sel imun untuk melawan kanker, sehingga pertumbuhan tumor terhambat. Itu setelah diujicoba pada tikus.

Obat eksperimental meningkatkan manfaat imunoterapi untuk melawan kanker pankreaspenyakit yang sejauh ini resisten terhadap imunoterapi. Itu dibuktikan lewat ujicoba pada tikus.

Calon obat ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah sel kekebalan di sekitar tumor, yang mengarah pada pengurangan pertumbuhan tumor, dan pada beberapa tikus, menghilangkan kanker prostat tikus.

Hasil studinya muncul di Journal for ImmunoTherapy of Cancer dan dikutip oleh Science Daily (4/11/2021).

“Pengobatan kombinasi ini tidak hanya menyembuhkan beberapa tikus tetapi juga menunjukkan telah menanamkan memori sel kekebalan sehingga, ketika tikus yang disembuhkan disuntik dengan sel kanker beberapa bulan kemudian, sistem kekebalan pada 10 dari 13 tikus mengenali dan membunuh sel kanker, meninggalkan tikus bebas kanker lagi,” kata Allison Fitzgerald, Ph.D., di Georgetown Lombardi.

“Jika hasil ini berlaku pada manusia, itu berarti terapi tersebut berpotensi menawarkan remisi jangka panjang untuk pasien dengan kanker pankreas,” imbuhnya.

Penulis studi tersebut Louis M. Weiner, MD, direktur Georgetown Lombardi mengatakan bahwa riset ini memberikan harapan tambahan karena manfaat penghambat DPP ini terlihat pada jenis kanker lainnya.

“Apa yang kami temukan unik dalam penelitian kami adalah bagaimana kandidat obat ini tampaknya meningkatkan efektivitas respons imun pada kanker pankreas, yang luar biasa karena imunoterapi standar tidak berhasil sampai saat ini,” tukas Louis.

Para ilmuwan mempelajari dua set tikus yang disuntik dengan sel yang mirip dengan kanker pankreas manusia. Tikus kemudian diberi imunoterapi, bersama dengan BXCL701. Kombinasi terapi meningkatkan efektivitas imunoterapi dengan meningkatkan dua komponen sistem kekebalan utama: sel T dan sel pembunuh alami. Para peneliti menemukan bahwa sel-sel pembunuh alami berkontribusi penting untuk kelangsungan hidup yang lebih lama.

Sel pembunuh alami memainkan peran kunci dalam pertahanan kekebalan terhadap kanker dalam dua cara: mereka mengenali dan membunuh sel kanker secara langsung, mirip dengan sel T, tetapi juga melepaskan molekul sinyal kecil yang dapat mempengaruhi dan mengatur bagian lain dari sistem kekebalan tubuh. Para peneliti percaya bahwa, berdasarkan penelitian ini dan penelitian lainnya, banyak jenis sel kekebalan bekerja sama untuk mencegah sel kanker.

“Kami ingin melakukan studi tambahan pada tikus untuk lebih memahami biologi mengapa pengobatan ini bekerja dengan sangat baik dan bagaimana kami dapat membuatnya bekerja lebih baik lagi,” kata Fitzgerald.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Translate »