0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

OBATDIGITAL – Dengan makin gencarnya informasi lewat teknologi digital, banyak informasi yang dibaca oleh masyarakat. Sayangnya informasi tersebut tidak semuanya benar. Banyak di antaranya berisi informasi yang salah, seperti soal penyakit jantunag. Informasi salah atau hoaks ini justru dipercaya oleh sebagian masyarakat.

Untuk itu masyarakat perlu diberikan kesadaran mengenai informasi yang mana yang benar atau salah. Sebab jika informasi salah itu dicerna masyarakat, masyarakat akan terkena dampaknya, terutama dalam penanganan penyakit jantung. Nah ini yang tidak dikehendaki oleh para dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Banteng.

Buku itu diluncurkan bersamaan dengan pertemuan ilmiah 20th Annual Progress in Cardiovascular Disease (APICD) 2021  di Noble House, Mega Kuningan, Jakarta selatan. Pertmuan itu berlangsung pada tanggal 6-7 dan 13-14 November 2021. Dalam acara ini PERKI Banten menggandeng Alomedika dan Pengelolaan Nama Domain Internet Indonesia (PANDI).

Beberapa editor itu antara lain, DR dr Antonia Anna Lukito SpJP, DR dr Pudjo Rahasto SpJP, dr Hardja Priatno SpJP, dan dr Roy Christian SpJP.

Isi buku tersebut juga bakal ditampilkan dalam situs PERKI Banten. Namun demikian tidak semua isinya dikeluarkan sekaligus. “Setiap minggu kita keluarkan satu per satu, sehingga totalnya ada 70 minggu,” seloroh Roy.

Menurut dr Roy Christian SpJP FIHA, Ketua PERKI Banten, buku yang berjudul ” 70 Mitos atau Fakta? Penyakit Jantung & Pembuluh Darah”, informasi yang terdapat dalam buku ini telah dikurasi oleh para editor yang merupakan dokter senior konsultan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Ada 70 materi yang dikupas secara tuntas di antaranya “apakah durian dapat menaikkan tekanan darah, ketumbar dapat menurunkan kolesterol, minum obat jantung menyebabkan kerusakan ginjal, dan sebagainya.

“Dengan adanya buku ini diharapkan mampu mencerdaskan masyarakat Indonesia untuk menangkal hoaks-hoaks tersebut,” ujar Roy kepada wartawan (6/11/2021).

Dalam kesempatan yang sama, dr. Eko Saputra MBiomed SpJP, mengatakan bahwa penyakit jantung saat ini masih menjadi penyebab tertinggi angka kematian di dunia bahkan di Indonesia. Hal ini menyebabkan penyakit jantung menjadi momok di masyarakat sehingga saat mendengar penyakit jantung maka bayangan pertama yang terlintas adalah kematian.

“Hoaks dan mitos pun berkembang pesat di masyarakat yang membuat orang semakin takut mendengar penyakit jantung ini,” pungkas Eko.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »