woman eating balsamic glaze with bread
0 0
Read Time:2 Minute, 27 Second

OBATDIGITAL – Selama ini sudah banyak orang mengetahui bahwa mengonsumsi ikan mengundang banyak manfaat, antara lain kesehatan jantung. Namun studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi ikan akan mengurangi kerusakan pembuluh darah otak.

Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Neurology, tersebut melaporkan hubungan antara makan ikan dua kali atau lebih per minggu dan tingkat kelainan otak yang lebih rendah terkait dengan kerusakan pembuluh darah otak, terutama pada individu di bawah usia 75 tahun.

Salah satu penelitinya, Cecilia Samieri, dari University of Bordeaux di Prancis, menjelaskan bahwa hasil studinya menarik karena menunjukkan sesuatu yang sederhana seperti makan dua atau lebih porsi ikan setiap minggu dikaitkan dengan lebih sedikit lesi otak

Selain itu juga dapat mengurangi kerusakan pembuluh darah otak, jauh sebelum tanda-tanda demensia yang jelas muncul. “Namun, makan ikan sebanyak itu tidak memiliki efek perlindungan pada orang berusia 75 tahun ke atas,” ujar Samieri seperti dikutip oleh Medical News Today (4/11/2021).

Riset ini menganalisis data yang dikumpulkan antara Maret 1999 dan Maret 2001 sebagai bagian dari Studi Tiga Kota, yang bertujuan untuk memahami hubungan antara penyakit pembuluh darah dan demensia pada orang berusia 65 tahun ke atas.

Analisis tersebut melibatkan 1.623 orang dengan usia rata-rata 72,3 tahun dan berdomisili di Dijon, Prancis. Individu dikeluarkan dari penelitian jika mereka memiliki diagnosis demensia, riwayat stroke, atau rawat inap untuk penyakit kardiovaskular.

Setelah disortir, para peneliti mengevaluasi tingkat kerusakan serebrovaskular subklinis menggunakan pemindaian MRI (magnetic resonance imaging) otak.

Mereka menganalisis pemindaian MRI untuk keberadaan tiga penanda yang terkait dengan kerusakan serebrovaskular subklinis, seperti kelainan materi putih, infark, dan pembesaran ruang perivaskular.

Kemudian parfa periset menanyai asupan makanan mingguan relawan tadi, antara lain, daging, ikan, buah-buahan dan sayuran, kacang-kacangan, dan sereal, dengan bantuan kuesioner singkat.

Mereka menilai hubungan antara beban penyakit serebrovaskular global dan frekuensi asupan ikan. Mereka mencatat hubungan antara frekuensi asupan ikan yang lebih tinggi dan tingkat penanda penyakit serebrovaskular yang lebih rendah.

Para peserta yang mengonsumsi ikan dua kali atau lebih per minggu memiliki tingkat gabungan penanda penyakit serebrovaskular yang lebih rendah daripada mereka yang lebih jarang mengonsumsi ikan.

Selain itu, kekuatan hubungan antara tingkat penanda penyakit serebrovaskular yang lebih rendah dan frekuensi asupan ikan dipengaruhi oleh usia. Asosiasi ini paling kuat pada peserta yang lebih muda berusia 65-69 tahun, tetapi tidak signifikan secara statistik pada individu berusia di atas 75 tahun.

Para peneliti mengamati hasil yang sama setelah menyesuaikan beberapa variabel, seperti usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, tingkat pendidikan, volume otak, dan asupan makanan.

Profesor Jyrki Virtanen dari University of Eastern, Finlandia, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyebut studi itu menarik dan berpotensi penting, karena menunjukkan bahwa asupan ikan dapat bermanfaat bagi otak dan memungkinkan untuk mendeteksi manfaatnya bahkan sebelum tanda atau gejala yang jelas muncul.

“Temuan menarik juga bahwa hubungan yang menguntungkan terutama diamati di antara peserta yang lebih muda,” jelasnya. “Ini mungkin berarti bahwa untuk mendapatkan manfaat asupan ikan bagi kesehatan otak, seseorang harus rutin mengonsumsi ikan di usia yang lebih muda.”

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »