lansia
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

OBATDIGITAL – Tak menafikan efek samping, terapi sulih hormon yang dalam hal ini estrogen, memberikan banyak manfaat, terutama bagi wanita lansia atau paruh baya. Selain mengurangi risiko pengerutan kulit, pengeroposan tulang, dan risiko lainnya, terapi estrogen juga bisa mengurangir isiko pengecilan ukuran otak. Itu berdasarkan studi yang dikerjakan peneliti Amerika Serikat.

Temuan yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, Neurology – dikutip Medical Xpress (4/11/2021) – didasarkan pada riset yang melibatkan total 128 sukarelawan (99 wanita dan 29 pria), berusia antara 40 dan 65 tahun, semuanya dengan faktor risiko penyakit Alzheimer, seperti gen risiko APOE4 atau riwayat penyakit dalam keluarga.

Beberapa pertanyaan yang diajukan ke relawan, antara lain, usia saat mulai mens dan menopause, lamanya waktu pada awal haid dan menopause, jumlah anak yang dlahirkan, dan penggunaan terapi sulih hormon dan kontrasepsi hormonal.

Lantas, periset memindai otak, khusus pada daerah-daerah spesifik, materi abu-abu, termasuk area kunci yang rusak pada penyakit Alzheimer. Volume materi abu-abu yang lebih rendah telah dikaitkan dengan risiko demensia dan kesehatan otak yang lebih buruk. Semua peserta juga menjalani tes memori untuk menilai kemampuan berpikir dan bahasa mereka.

Walhasil, para peneliti tidak menemukan hubungan antara peristiwa sejarah reproduksi dan skor memori orang, tetapi orang yang mendapat skor lebih baik memang memiliki lebih banyak materi abu-abu dibandingkan dengan mereka yang mencetak lebih sedikit.

Menanggapi riset itu, Sara Imarisio, kepala penelitian di Alzheimer’s Research Inggris, mengatakan bahwa dua pertiga pasien demensia adalah wanita dan sementara beberapa perbedaan ini dijelaskan oleh wanita yang hidup lebih lama, penelitian juga melibatkan hormon seperti estrogen.

Awal menstruasi, memiliki anak, dan menopause adalah peristiwa penting dalam kehidupan banyak wanita dan penting untuk memahami bagaimana perubahan biologis ini dapat memengaruhi kesehatan otak jangka panjang dan risiko demensia.

“Studi ini mengaitkan paparan estrogen dengan penyusutan otak yang lebih sedikit, indikasi risiko demensia yang lebih rendah, tetapi ini adalah studi kecil, dan itu tidak menjelaskan penyebab asosiasi tersebut,” kata Imarisio.

Selanjutnya, ia bilang, para peneliti bekerja dengan peserta di usia paruh baya, periode kunci untuk otak. kesehatan dan mengurangi risiko demensia. “Tetapi karena pemindaian otak tidak spesifik untuk penyakit Alzheimer, tidak dapat membuat kesimpulan tegas tentang risiko pengembangan kondisi dari penelitian ini,” imbuhnya.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »