0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second

OBATDIGITAL – Pasien kanker payudara kini bisa mendapatkan alternatif pengobatan baru. Sejumlah peneliti di Universitas Nasional Singapura (NUS) menemukan obat diabetes yang dapat membantu mengobati kanker payudara, terutama yang sulit diobati.Salah satu kanker payudara yang sulit diobati yaitu subtipe triple-negatif biologis agresif (TNBC) dengan kondisi endokrin-refraktori yang tidak dapat merespon kemoterapi dengan baik. Peneliti dari NUS Yong Loo Lin School of Medicine menemukan penggabungan obat yang efektif untuk mengatasi kanker payudara tersebut.Formula tersebut yakni obat diabetes mellitus tipe 2 thiazolidinediones (TZD) digabungkan dengan obat kanker terbaru yang dikenal dengan histone deacetylase inhibitor. Hasilnya, respon anti-tumor pun terlihat dari subtipe kanker payudara tersebut dalam uji praklinis. Salah satu peneliti utama, Dr Loo Ser Yue, mengatakan efek anti-tumor yang ditemukan tersebut tidak hanya melalui efek langsung dari terapi kombinasi dalam menahan proliferasi sel kanker. Lebih lanjut, membatasi pertumbuhan pembuluh darah yang memasok nutrisi dan oksigen ke sel kanker, atau yang dikenal dengan angiogenesis. “Hebatnya, kami juga menemukan bahwa meskipun penghambat HDAC mempotensiasi sitotoksisitas TZD terhadap sel kanker payudara agresif, sel sehat normal terhindar dari efek pembunuhan sel dari rejimen obat kombinasi ini,” jelas Yue dilansir dari situs EurekAlert! (3/11/2021).Aspek yang tidak kalah penting dalam penelitian tersebut, menurut Dr. Nicholas Syn, yaitu penggunaan kembali obat-obatan yang telah mendapat persetujuan izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Hal ini dikenal sebagai reposisi obat, yakni penggunaan kembali obat lama dalam penemuan obat. “Ini adalah proposisi yang menarik karena ‘obat yang lebih tua’ biasanya memiliki profil keamanan yang terkenal dan mapan, yang mengurangi risiko proses pengembangan obat dan dapat mempersingkat waktu persetujuan,” pungkas Syn. Saat ini, kanker memang menjadi salah satu tantangan besar bagi Singapura, selain kasus COVID-19 yang terus melonjak. Pusat Penelitian Kanker NUS (N2CR) terus berusaha melakukan penelitian dan menemukan cara-cara pengobatan kanker terbaru yang lebih efektif dari sebelumnya.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »