0 0
Read Time:1 Minute, 31 Second

OBATDIGITAL – Sejumlah peneliti di Amerika Serikat menemukan obat antidepresan dengan harga terjangkau dan mudah didapat, bisa menurunkan risiko paparan virus COVID-19. Obat tersebut dapat mengurangi risiko gejala COVID-19 yang parah.

Dikutip dari CNN, obat antidepresan itu dikenal dengan nama fluvoxamine, atau dikenal dengan nama dagang Luvox sebagai merek dagangnya. Fluvoxamine biasanya digunakan untuk mengobati gangguan obsesif kompulsif (OCD) dan depresi, berbentuk inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI).Berdasarkan hasil uji coba, sebanyak 1.500 pasien di Brazil yang mengonsumsi obat fluvoxamine tidak mengalami gejala COVID-19 parah, dan menurunkan risiko rawat inap.

Meski begitu, Profesor Psikiatri di Universitas Washington, St. Louis, Amerika Serikat, Dr. Angela Reiersen mengatakan obat tersebut dapat mempengaruhi peradangan.

Fluvoxamine dapat mengurangi produksi molekul inflamasi yang disebut sitokin, yang dapat dipicu oleh infeksi SARS-CoV-2,” jelas Reiersen dalam sebuah pernyataan dikuti dari CNN, (28/10/2021).

Lebih lanjut Reiersen mengatakan, fluvoxamine dapat mengurangi kadar trombosir darah, yang juga dapat mempengaruhi efek pembekuan infeksi virus COVID-19. Ia dan rekan penelitinya melakukan uji coba dengan memberikan dosis 100 mg fluvoxamine dua kali sehari selama 10 hari kepada 741 orang sukarelawan yang terpapar COVID-19, sedangkan 756 sukarelawan lainnya mendapat plasebo.

Hasilnya, di antara orang yang mengonsumsi fluvoxamine, hanya 11% yang membutuhkan perawatan rawat inap di rumah sakit, dibandingkan 16% dari orang yang mendapat plasebo. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan 32% risiko relatif dan 5% risiko absolut.

Peneliti berpendapat, fluvoxamine maupun obat-obatan antidepresan lainnya seperti Prozac atau fluoxetine dapat dipelajari lebih lanjut untuk membantu mengobati COVID-19.

Penelitian yang telah diterbitkan di jurnal The Lancet Global Health tersebut juga menggarisbawahi pentingnya mengetahui efek samping obat-obatan itu, dan apakah bisa digunakan secara bergantian.

“Mengingat keamanan fluvoxamine, tolerabilitas, kemudahan penggunaan, biaya rendah, dan ketersediaan luas, temuan ini dapat memengaruhi pedoman nasional dan internasional tentang manajemen klinis COVID-19,” tulis para peneliti.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »