Kanker payudara
0 0
Read Time:2 Minute, 5 Second

OBATDIGITAL – Vaksin kanker payudara pertama di dunia telah memasuki uji klinis fase pertama. Di fase ini, vaksin tersebut akan ditelaah lebih lanjut. Uji klinis fase pertama berfungsi untuk menentukan dosis vaksin yang dapat ditoleransi tubuh pengidap kanker payudara triple-negatif stadium awal.

Selain itu, mengkarakterisasi respon imunitas tubuh. Peneliti utama dari Institut Kanker Taussig Cleveland Clinic Amerika Serikat, G. Thomas Budd, berharap penelitian tersebut dapat maju ke tahap uji klinis selanjutnya.

Menurutnya, hal itu untuk menentukan efektivitas vaksin terhadap jenis kanker payudara triple-negatif yang dianggap sangat agresif.

“Dalam jangka panjang, kami berharap ini bisa menjadi vaksin pencegahan sejati yang akan diberikan kepada wanita sehat untuk mencegah mereka mengembangkan kanker payudara triple-negatif, bentuk kanker payudara yang pengobatannya paling tidak efektif,” jelas Budd dilansir dari Advanced Science News, (28/10/2021).

Selama ini, kanker payudara memiliki berbagai jenis, dan triple-negatif jadi salah satu varian yang paling agresif dengan persentase kematian yang sangat tinggi.

Persentase kekambuhan kanker payudara triple-negatif juga tergolong tinggi, terlebih varian tersebut tidak dapat merespon terapi hormonal atau terapi target, sehingga diperlukan strategi pengobatan yang lebih tepat sasaran.

Vaksin ini menargetkan protein spesifik yang ditemukan pada kanker payudara triple-negatif, yang disebut laktalbumin.

Dengan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali protein tersebut, vaksin dapat memberi perlindungan serta pencegahan terhadap potensi tumor. Ahli Imunologi dan Penemu Vaksin, Vincent Tuohy, mengatakan vaksin baru dengan pendekatan tersebut berpotensi mengendalikan penyebaran kanker payudara.

Vaksin ini juga masih dalam tahap uji klinis untuk melihat apakah bisa mencegah kanker payudara, terutama pada wanita yang berisiko tinggi terpapar varian triple-negatif. Lebih lanjut, Tuohy mengatakan, selain pada kanker payudara, vaksin ini juga bisa diterapkan pada beberapa jenis tumor lainnya, di antaranya ovarium dan endometrium.

“Jika berhasil, vaksin ini memiliki potensi untuk mengubah cara kita mengendalikan kanker yang menyerang orang dewasa dan meningkatkan harapan hidup dengan cara yang serupa dengan dampak program vaksinasi anak-anak,” ujar Tuohy.

Uji klinis fase pertama ini melibatkan 18 hingga 24 pasien yang sudah menyelesaikan rangkaian pengobatan kanker payudara triple-negatif stadium awal dalam 3 tahun terakhir, dan statusnya saat ini sudah bebas dari tumor namun berisiko tinggi mengalami kekambuhan.

Tiap peserta akan mendapat tiga kali vaksinasi dengan jarak dua minggu untuk memantau respon imunitas tubuh.Selanjutnya, uji klinis akan melibatkan wanita sehat bebas kanker yang memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara pasca mastektomi bilateral.

Wanita dengan kondisi ini umumnya membawa mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 (BReast CAncer gene 1 atau 2) sehingga berisiko terkena kanker payudara triple-negatif maupun jenis kanker payudara lainnya.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »