Peneliti Swedia kembangkan vaksin diabetes tipe 1
0 0
Read Time:2 Minute, 10 Second

OBATDIGITAL – Diabetisi rentan terkena komplikasi penyakit diabetes jika tidak memperhatikan kondisi kesehatan. Selain kadar gula dalam darah, ada beberapa hal lain yang perlu dijaga oleh diabetisi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Edi Tarigan, menjelaskan risiko komplikasi diabetisi yang penting dicegah oleh diabetisi. Caranya dengan melakukan kontrol diabetes. Tidak hanya sekadar memantau kadar gula darah, tetapi juga deteksi dini faktor penyulit, melakukan pengobatan optimal, hingga edukasi kepatuhan pengobatan.

“Tujuan kontrol diabetes untuk menghilangkan keluhan atau gejala, serta mempertahankan kesehatan dan rasa nyaman,” jelas Tri Juli dalam webinar kerjasama KECC & YAPMEDI RSCM dengan tema “Pencegahan dan Penanganan Komplikasi Diabetes” (27/10/2021).

Kontrol diabetes, menurut Tri Juli, dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat serta mengoptimalkan kadar glukosa darah. Selain itu, ada beberapa target yang harus dipenuhi diabetisi, yaitu target lemak darah, meregulasi hipertensi, serta membuat berat badan menjadi ideal.

Sasaran pengendalian dalam kontrol diabetes setidaknya ada 6 poin. Poin pertama, Indeks Massa Tubuh (IMT) yang idealnya berkisar di angka 18,5 hingga di bawah 23. Kedua, tekanan darah sistolik dan diastolik yang harus dijaga di bawah 140/90.

Berikutnya, kadar gula darah preprandial kapiler berkisar di angka 80-130, sedangkan untuk gula darah 2 jam post prandial (pp) kapiler di bawah 180. Kadar hemoglobin glikat (HbA1C) di bawah 7.

Sementara untuk kadar kolesterol dalam darah seperti LDL (low-density lipoprotein) di bawah 100, atau di bawah 70 jika terdapat risiko kardiovaskular yang tergolong tinggi. Sedangkan HDL (high-density lipoprotein) untuk pria di atas 40, dan wanita di atas 50. Terakhir, kadar trigliserida harus di bawah 150.

Tri Juli juga mengimbau diabetisi untuk memeriksakan kondisi ginjal, setidaknya setahun sekali. Pasalnya, diabetisi berisiko mengalami gangguan ginjal 20% hingga 40%. Biasanya, diabetisi dianjurkan mengurangi konsumsi makanan tinggi kandungan protein agar kerja ginjal tidak terlalu berat.

“Cara mencegah penyakit ginjal diabetes, bila ditemukan adanya tanda atau gejala penyakit ginjal, harus melakukan beberapa hal, antara lain kontrol gula darah, kontrol tekanan darah pada penderita hipertensi, dan pengaturan pola makan yang sesuai dengan kondisi ginjal,” imbuh Tri Juli.

Lebih lanjut Tri Juli menjelaskan, umumnya diabetisi rentan mengalami beberapa komplikasi kronis, di antaranya kerusakan ginjal, infeksi (gangren) kaki, dan impotensi. Ada juga penyakit jantung, stroke, kebutaan, dan gigi tanggal. Sedangkan untuk komplikasi akut yakni hipoglikemi dan koma ketoasidosis.

Ia mengingatkan diabetisi untuk tidak hanya memenuhi target gula darah saja, tetapi juga mengubah gaya hidup, pengaturan pola makan, banyak bergerak, hingga minum obat teratur. Jangan patah semangat, karena dengan kontrol yang baik, diabetisi bisa mencegah komplikasi diabetes.

“Jadi walaupun kita terdiagnosis diabetes, jangan khawatir, selagi kita masih mau berubah, masih ada semangat, maka kita bisa tercegah dari komplikasi diabetes,” tutup Tri Juli.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »