0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

OBATDIGITAL – Resistensi antibiotik merupakan masalah laten yang sampai kini terus dihadapi para dokter dalam mengobati pasiennya. Sebab, antibiotik yang digunakan tiodak mempan membunuh bakteri, sehingga mempersulit pengobatannya. Dokter terpaksa menggunakan antibiotik baru yang efek sampingnya sangat berat.

Resistensi antimikroba terhadap superbug telah berkembang dan merupakan salah satu dari 10 ancaman kesehatan masyarakat global teratas yang dihadapi umat manusia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Untuk itu, berbagai usaha untuk menciptakan antibiotik “super bug” yang efektif dikembangkan tim multidisiplin dari Monash University (Australia) dan Harvard University (Amerika Serikat). Temuannya dipublikasi dalam Jurnal Nature Communication yang dikutip oleh Science Daily (27/10/2021).

“Ketika melihat bagaimana sistem kekebalan tubuh kita dapat melawan bakteri, ada dua aspek penting yang kita lihat. Yang pertama adalah kemampuan kita untuk menjebak sel bakteri dan membunuhnya. Yang kedua adalah sinyal – chemoattractants – yang meminta lebih banyak neutrofil, putih. sel darah yang memimpin respons sistem kekebalan untuk mengatasi infeksi,” kata Dr Jennifer Payne, peneliti utama Monash Biomedicine Discovery Institute.

Menurutnya, selama infeksi bakteri, tubuh menggunakan molekul yang disebut chemoattractants untuk merekrut neutrofil ke tempat infeksi. Neutrofil adalah sel kekebalan dengan kemampuan untuk merangkum dan membunuh bakteri berbahaya, penting untuk respon imun. Para peneliti menempelkan chemoattractant ke antibiotik, memungkinkan mereka untuk meningkatkan perekrutan sel-sel kekebalan dan meningkatkan kemampuan membunuh mereka.

Para peneliti menghubungkan chemoattractant yang dikenal sebagai formyl peptide dengan vankomisin, antibiotik yang biasa digunakan yang mengikat permukaan bakteri, dan melakukan studi mereka pada infeksi golden staph, salah satu bakteri resisten antibiotik yang lebih bermasalah.

“Kami telah bekerja menggunakan ‘hibrida’ antibiotik-kemoatraktan dual-fungsi, yang meningkatkan perekrutan neutrofil dan meningkatkan menelan dan membunuh bakteri,” kata Dr Payne.

“Dengan merangsang sistem kekebalan tubuh kita yang kuat dengan cara ini dengan antibiotik imunoterapi, kami telah menunjukkan pada model tikus bahwa pengobatannya 2 kali lipat lebih efektif daripada hanya menggunakan antibiotik saja dengan dosis seperlima lebih rendah,” kata Professor Max Cryle, Pemimpin Grup EMBL Australia di Institut Penemuan Biomedis Monash.

“Jalan penelitian baru yang sangat menjanjikan ini membawa banyak manfaat potensial terhadap ancaman superbug yang resistan terhadap obat yang terus meningkat,” sambung Cryle.

Mitra sedang dicari untuk melanjutkan penelitian ini ke dalam uji klinis dengan potensi mengembangkan strategi antibiotik pencegahan di lingkungan perawatan intensif untuk melindungi kita yang paling rentan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Translate »