Kantor BPOM
0 0
Read Time:1 Minute, 7 Second

OBATDIGITAL – Kandungan mikroplastik dalam air minum kemasan kembali hangat diperbincangkan. Mikroplastik ditengarai berbahaya bagi kesehatan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan belum ditemukan risiko kandungan mikroplastik terhadap kesehatan. Masyarakat diminta untuk tetap bijak dalam memperhatikan bahan-bahan yang dikonsumsi. 

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang menjelaskan, tidak perlu khawatir terhadap mikroplastik. Menurutnya, mikroplastik atau unsur serpihan plastik yang tidak kasat mata tersebut ada di semua unsur plastik jika mengalami degradasi. 

Degradasi yang dimaksud apabila komponen plastik tersebut mengalami perubahan dari badan polimer, misalnya karena terjadi gesekan, adanya perubahan temperatur, dan faktor lainnya. Degradasi komponen plastik menjadi mikroplastik biasa dijumpai pada plastik jenis PET (Polyethylene terephthalate), PC (Polycarbonate), dan PP (Polypropylane). Jenis plastik tersebut biasa ditemukan di pasaran dalam kemasan air minum berbentuk botolan.

“Sampai saat ini, belum ada risiko kesehatan terkait mikroplastik,” jelas Endang dikutip dari Kontan.co.id, (26/10/2021).

Dirinya mengutip pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang belum memberikan rekomendasi pemantauan kontaminasi mikroplastik dalam kemasan air minum. Hingga saat ini, mikroplastik belum dianggap penting untuk dijadikan prioritas penelitian lebih lanjut. 

Isu mikroplastik yang berbahaya bagi kesehatan sempat marak di berbagai negara dalam tiga tahun terakhir, tak terkecuali di Indonesia. Pada 2018, terbit laporan hasil riset uji kontaminasi mikroplastik pada air keran dan air minum kemasan plastik yang digadang-gadang memicu timbulnya isu tersebut. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »