Pemeriksaan jantung dengan EKG
0 0
Read Time:2 Minute, 38 Second

OBATDIGITAL – Penyakit kardiovaskular atau yang disebut CVD menjadi salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kardiovaskular, salah satunya faktor pencemaran lingkungan.

Dikutip dari Medical News Today, sejumlah peneliti menemukan fakta baru terkait efek pencemaran lingkungan dan risiko seseorang terkena kardiovaskular. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Cardiovascular Research tersebut juga menjelaskan strategi mitigasi yang dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit kardiovaskular jadi salah satu penyebab kematian secara global, yang merenggut nyawa hingga 17,9 juta orang setiap tahunnya. Penyakit kardiovaskular mengganggu pembuluh darah dan jantung, serta dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

Beberapa faktor seperti gaya hidup, kurang olahraga, makan makanan tinggi kadar garam dan kurang serat, minum alkohol hingga merokok memang menjadi penyebab utama timbulnya penyakit kardiovaskular. Tetapi, faktor pencemaran lingkungan juga menjadi salah satu penyebab signifikan yang mungkin selama ini terabaikan.

Pakar Penyakit Kardiovaskular, Profesor Bidang Kedokteran dan Cendekiawan Fakultas Kedokteran Universitas Louisville di Kentucky, Amerika Serikat, Prof. Aruni Bhatnagar menjelaskan, 70-80% kasus penyakit kardiovaskular dan diabetes disebabkan oleh faktor lingkungan, dan saat ini masih terus ditinjau.

Lebih lanjut Bhatnagar mengatakan, penelitian tentang faktor lingkungan yang dapat menyebabkan penyakit bisa membantu agar proses pencegahan lebih efektif. Upaya sosial diperlukan untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan.

“Selain itu, individu sendiri tidak dapat dengan mudah menghindari paparan banyak faktor lingkungan, seperti polusi udara, kebisingan, dan (dampak negatif) lingkungan buatan,” jelas Bhatnagar dilansir dari Medical News Today, (25/10/2021).

Peneliti dan Direktur Kardiologi dari Johannes Gutenberg University di Jerman, Prof. Thomas Munzel, mengungkapkan penelitian terkait faktor pencemaran lingkungan terhadap risiko penyakit kardiovaskular memang jarang dibahas.

“Bahkan tidak terdapat di Rencana Aksi Global WHO untuk pencegahan penyakit, dan juga tidak disebutkan di pedoman Asosiasi Jantung dan Kardiologi Amerika Serikat,” papar Munzel.

Setidaknya ada empat faktor pencemaran lingkungan yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Di antaranya yaitu faktor polusi suara. Setiap 10 desibel suara kebisingan di jalan, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung iskemik.

Solusinya, peneliti menyarankan perusahaan pengembang teknologi untuk dapat mengurangi efek polusi suara serta meningkatkan manajemen lalu lintas.Berikutnya, faktor polusi udara.

Hasil penelitian di Uni Eropa menunjukkan, setidaknya ada 592.000 kasus kematian setiap tahunnya yang disebabkan oleh partikel halus dan polusi ozon, dan sebanyak 41% di antaranya terkena penyakit jantung iskemik dan stroke.

Peneliti merekomendasikan untuk mengurangi polusi udara dengan menurunkan tingkat emisi yang sesuai dengan peraturan hukum.

Faktor ketiga yakni polusi ringan, seperti polusi cahaya di luar ruangan. Polusi cahaya dapat mengganggu ritme sirkadian yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Sehingga, lebih baik jika masyarakat mengurangi penerangan di malam hari atau saat tidur, dan mematikan lampu jika tidak digunakan. Terakhir, faktor perubahan iklim.

Peningkatan suhu global yang disebabkan kebakaran hutan misalnya, dapat menyebabkan polusi udara sehingga memicu penyakit kardiovaskular.

Para peneliti sepakat agar para pemangku kepentingan membahas lebih lanjut faktor pencemaran lingkungan tersebut.

Selain itu, individu juga dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya pencemaran lingkungan, dan mulai menyortir barang-barang rumah tangga dan menghindari penggunaan produk yang mengandung bahan kimia berbahaya, serta menghindari keluar rumah saat kadar polusi sedang tinggi.

“Tugas terpenting adalah memahami dan memodifikasi bagaimana perubahan iklim mempengaruhi lingkungan dan bagaimana perubahan ini berdampak pada kesehatan manusia,” tutup Bhatnagar.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »