Tanaman oleander untuk basmi COVID-19
0 0
Read Time:1 Minute, 37 Second

OBATDIGITAL – Banyak yang bilang makanan yang tinggi lemak selalu tidak menyehatkan dan berisiko terkena berbagai penyakit. Namun ternyata lemak-lemak yang ada di tanaman justru bermanfaat bagi tubuh manusia dan mengurangi risiko penyakit.

Salah satunya adalah tanaman-tanaman seperti kedelai, minyak canola, kacang-kacangan dan kenari. Menurut ahli gizi dr Anastasi Kalea, asam lemak tak jenuh dari tanaman adalah asam alfa linolenat (ALA) seperti juga omega-3, merupakan jenis lemak yang aman, yang tak bisa disintesa oleh tubuh.

“Misalnya, biji rami (biji rami) dan minyaknya biasanya mengandung 45-55% asam lemak sebagai asam -linolenat, sedangkan minyak kedelai dan minyak lobak dan kenari mengandung 5-10% asam lemak sebagai ALA,” ujar Kalea seperti dikutip dari Medical News Today (22/10/2021). “Minyak jagung dan minyak bunga matahari adalah sumber ALA yang buruk.”

Kalea berbicara itu untuk menanggapi riset baru. Para peneliti memasukkan 41 studi berbeda dalam analisis mereka. Untuk dimasukkan dalam meta-analisis, penelitian harus menjadi salah satu calon peserta dewasa yang meneliti hubungan risiko antara ALA dan kematian.

Meta-analisis ini melihat semua penyebab kematian, kematian penyakit kardiovaskular, kematian penyakit jantung koroner, dan kematian akibat kanker. Para peneliti melihat asupan makanan untuk ALA dan kadar ALA dalam darah.

Dalam hal kadar ALA dalam darah, para peneliti menemukan bahwa kadar ALA yang lebih tinggi hanya dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah secara keseluruhan dan kematian akibat penyakit jantung koroner. Mereka tidak menemukan hubungan yang signifikan antara tingkat darah ALA dan kematian akibat kanker.

Secara keseluruhan, hasil menunjukkan potensi manfaat asupan ALA dan kebutuhan untuk penelitian lanjutan mengenai tingkat asupan ALA yang direkomendasikan.

Kalea bilang, apa yang membuat penelitian ini menarik adalah fakta bahwa para peneliti tidak melihat [pada] asupan makanan ALA saja, yang datang dengan serangkaian bias dan batasannya sendiri, tetapi melihat tingkat darah, serum, dan jaringan adiposa ALA – alat yang lebih objektif untuk menilai status ALA.

“Mereka juga melihat hubungan dosis-respons antara asupan ALA dan risiko kematian, yang bagus untuk dilihat,” sambungnya.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »