kantor Bayer
0 0
Read Time:1 Minute, 26 Second

OBATDIGITAL – Obat parasetamol dipercaya ampuh meredakan rasa nyeri khususnya sakit kepala. Beberapa merek obat sakit kepala mengkombinasikan parasetamol dengan kafein di dalamnya. Namun, apakah benar khasiatnya lebih efektif?

Berdasarkan penelitian Renner, penambahan zat kafein pada tablet Parasetamol dapat meningkatkan potensi penyerapan analgesik parasetamol untuk meredakan sakit kepala.

Kafein bekerja dengan cara memaksimalkan efektivitas Parasetamol untuk menghilangkan rasa sakit. Kombinasi kafein dan Parasetamol terbukti mampu menyembuhkan sakit kepala lebih cepat daripada monoterapi.

Country Medical Lead Bayer Consumer Health, Bayer Indonesia, dr. Riana Nirmala Wijaya, mengatakan bahwa adaptasi tatanan hidup baru dapat terganggu jika sakit kepala tidak segera ditangani dengan baik.

“Analgesik dengan formula kombinasi Parasetamol dan kafein yang dapat meredakan sakit kepala dalam waktu singkat, tanpa menyebabkan kantuk sehingga memungkinkan penderita sakit kepala untuk segera melanjutkan aktivitasnya,” jelas Riana dalam sebuah pernyataan tertulis di Jakarta, (23/10/2021).

Bayer Indonesia meyakini bahwa membuat obat yang dapat meredakan sakit secara efektif dalam waktu cepat sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di era baru pandemi.

Perusahaan yang mempekerjakan 100.000 orang dengan nilai penjualan mencapai Rp 725 triliun pada tahun 2020 tersebut juga membeberkan beberapa hasil penelitian yang menunjukkan tingginya tingkat stres yang dapat memicu sakit kepala.

Dikutip dari Journals.plos.org, perubahan gaya hidup dan proses adaptasi selama new normal memicu sakit kepala, yang disebabkan karena beberapa faktor, seperti kurang istirahat, postur tubuh yang salah dalam waktu lama, kondisi emosional yang lebih tinggi tingkat stresnya, serta aktivitas yang padat.

Gangguan sakit kepala tersebut menurunkan produktivitas hingga 33%.Sementara itu, 8 dari 10 orang Indonesia juga pernah mengalami gangguan sakit kepala dengan tipe tegang yang dipicu oleh stres.

Sebuah laporan juga menemukan bahwa sekitar 90% orang di usia produktif menderita sakit kepala akibat stres, jumlah ini terus meningkat selama pandemi.

,

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »