0 0
Read Time:2 Minute, 27 Second

OBATDIGITAL – Perusahaan farmasi Kalbe Farma belum lama ini meluncurkan produk suplemen yang dapat membantu meningkatkan kesehatan lambung. Obat yang bernama Fucohelix tersebut berfungsi melindungi dinding lambung, dan dapat digunakan bersamaan dengan terapi obat-obatan lain.

Apoteker Netty Andriana, S.Farm menjelaskan, Fucohelix buatan Kalbe Farma ini terbuat dari bahan alami yaitu ganggang laut coklat yang berasal dari Okinawa, Jepang. Ganggang laut coklat mengandung zat fucoidan yang dapat menjaga kesehatan lambung.

“Suplemen Fucohelix untuk melindungi dinding lambung sehingga lebih kuat, dan bisa digunakan sinergis dengan obat-obatan lain,” jelas Netty pada webinar bertema “Kenali Apa Itu Gastritis & Bahayanya Bagi Kesehatan” kerja sama KECC dan YAPMEDI RSCM, (23/10/2021).

Dilansir dari halaman Kalbemed.com, Fucohelix memelihara kesehatan saluran cerna dengan cara meningkatkan kerja Epidermal Growth Factor (EGF), stabilisasi basic Fibroblast Growth Factor (bFGF), mencegah perlekatan bakteri Helicobacter pylori pada mukosa lambung, serta berperan sebagai anti-inflamasi.

Fucohelix menggunakan ganggang laut coklat jenis Cladosiphon okamuranus karena memiliki kandungan L-fucose, galactose, dan sulfated ester group yang paling tinggi di antara jenis ganggang laut coklat lainnya.

Selain mengonsumsi suplemen dan gaya hidup sehat, masyarakat juga harus mengetahui lebih dalam terkait penyakit saluran pencernaan.

Penyakit saluran pencernaan seperti sakit maag atau dispepsia banyak dialami oleh penduduk dunia. Penyakit yang dapat berujung pada kanker lambung ini tidak boleh disepelekan.

Setidaknya 60% penduduk Jakarta menderita maag, demikian juga di beberapa negara lain seperti di Amerika Serikat (26%) dan Inggris (41%).

Penanganan yang kurang tepat dapat menyebabkan komplikasi dengan berbagai penyakit lain, sehingga perlu adanya deteksi dengan endoskopi jika memang rasa sakit di lambung dan bagian perut terjadi berulang kali.

Di forum yang sama, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Gastroenterologi – Hepatologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMV FINASIM, FACP., menjelaskan beberapa gejala yang harus diwaspadai. Di antaranya, jika kasus sakit maag pertama kali dialami pada umur di atas 45 tahun, berat badan yang terus menurun, adanya pendarahan pada saluran cerna, seperti muntah darah dan buang air besar berwarna kehitaman, serta muntah terus-menerus.

“Sakit maag atau dispepsia, pasien merasa tidak nyaman, sakit di sekitar ulu hati, disertai mual, kembung, cepat kenyang dan kurang nafsu makan,” jelas Ari.

Lebih lanjut Ari menjelaskan, sakit maag bisa menjadi gastritis jika sudah terjadi peradangan. Peradangan hanya bisa diketahui jika sudah dilakukan endoskopi.

“Endoskopi penting dilakukan untuk melihat kondisi organ-organ pencernaan, jika ada indikasi sakit yang berulang kali,” imbuh Ari.

Sementara itu, untuk memelihara kesehatan saluran cerna serta mencegah datangnya penyakit serius, Ari mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi makanan dan minuman yang dapat memicu, seperti makanan berlemak, minuman bersoda, sayuran yang mengandung kadar gas berlebih seperti sawi dan kol, serta beberapa jenis buah-buahan bergas seperti nangka dan pisang ambon. Sari buah yang asam dan kopi serta makanan pedas juga harus dibatasi konsumsinya.

Hal yang tidak kalah penting yaitu mengelola pikiran dan manajemen stres. Pasalnya, problem sakit maag menurut Ari juga berhubungan dengan pikiran, disebut brain gut axis.

“Jadi kalau kita kesel, marah, asam lambung bisa naik,” tutupnya.

,

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »